close

Ratusan Ribu Kompor Gas Didistribusikan di Jabodetabek

Senin, 09 Juli 2007 | 16:36 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mulai Senin(9/7), membagikan kompor gas gratis kepada kalangan usaha kecil dan menengah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sebanyak 371.142 unit kompor dan tabung gas akan dibagikan secara bertahap. Tahap pertama 42.142 unit akan dibagikan kepada kalangan UKM di kota Tangerang hingga 15 Juli mendatang.

Pemberian kompor gas sebagai program pengalihan pemakaian minyak tanah ke kompor gas ini dilakukan untuk mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak terutama minyak tanah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negera." Penggunaan kompor gas mampu mengurangi hingga 50 persen dari Rp 41,72 triliun penggunaan minyak tanah," ujar Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadarma Ali, di sela-sela peluncuran kompor gas gratis di Kecamatan Cibodas, Tangerang, Senin (9/7).

Suryadarma mengatakan pemerintah berupaya melakukan penghematan subsidi agar tidak terlalu menyedot anggaran negera. Ia mengungkapkan pada 2006 dari 54 triliun yang meningkat menjadi 75 triliun, 41,72 triliummya adalah untuk minyak tanah. "Dengan menggunakan 1 kilogram gas seharga Rp 4.250/kg sama saja menggunakan 3 liter minyak tanah seharga Rp 7.500," kata dia. Dengan penggunaan kompor gas, kata dia, ada dua penghematan yang akan dicapai yaitu penghematan dari pemerintah dan masyarakat.
Joniansyah

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [1] :

  • Kompor gas

    PEMBAGIAN KOMPOR GAS TIDAK MERATA,KARENA DITEMPAT SAYA TINGGAL HANYA DAPAT 15 UNIT PADAHAL YANG SAYA TAHU SEMUA RAKYAT INDONESIA MEMPUNYAI HAK ATAS PEMBAGIAN KOMPOR TERSEBUT, UNTUK DAERAH BEKASI RATA-RATA TIDAK DAPAT JATAH YANG TINGGAL DI PERUMAHAN, CONTOH VILLA MUTIARA GADING DAN PONDOK UNGU PERMAI. BAGAIMANA TINDAKAN PEMERINTAH MENGENAI HAL INI. TERIMA KASIH.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan