Polres Jakbar Jaring 65 Perampok
Sabtu, 14 Juli 2007 | 07:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Setelah menggelar operasi Brantas Jaya selama 10 hari, jajaran kepolisian Resor Jakarta Barat berhasil melumpuhkan 65 orang pelaku pencurian dan perampokan dengan kekerasan di atas angkutan umum. "Tersangka seluruhnya 65 orang dari 34 kasus," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat Komisaris besar Polisi Edward Syah Pernong dalam siaran.
Operasi itu, menurut Pernong, digelar dalam rangka meningkatkan pengamanan menjelang pemilihan kepala daerah. "Menindaklanjuti operasi yang dilakukan Polda Metro Jaya," ujarnya. Operasi yang digelar di seluruh wilayah Jakarta Barat itu, lanjutnya, melibatkan seluruh jajaran Polsek dan Polres. Di Jakarta Barat sendiri terdapat 8 Polsek yaitu, Polsek Palmerah, Tanjung Duren, Kebon Jeruk, Cengkareng, Tambora, Kembangan, Taman Sari dan Kalideres.
Pernong menjelaskan lebih dari 50% kasus perampokan itu terjadi di atas angkutan umum. "Sebagian besar modusnya menyerang penumpang pada saat-saat angkutan sedang sepi," katanya. Namun terdapat satu kasus dengan modus pembiusan.
Dari operasi tersebut polisi menyita ratusan barang bukti berupa handphone, senjata tajam, uang, tas dan lainnya. Sementara korban jiwa satu orang tewas dalam kasus perampokan di Cengkareng.
Kasus-kasus itu, menurut Pernong, memang tidak menimbulkan kerugian yang besar secara materi. "Tapi mereka sangat mengganggu keamanan masyarakat pengguna angkutan umum," ujarnya.
Meskipun menangkap puluhan perampok, namun menurut Pernong sebagian besar merupakan pemain baru. Penangkapan itu dilakukan setelah polisi memantau para residivis dan lembaga pemasyarakatan cukup lama.
Kepala Satuan reserse dan kriminal Andri Wibowo yang mendampingi Pernong menambahkan Polisi akan terus berupaya meningkatkan pengamanan serupa. "Pokoknya tidak ada hari tanpa penangkapan," ujarnya.
Kartika Candra





