Wabah Diare di Tangerang Terus Meluas

Sabtu, 14 Juli 2007 | 09:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wabah diare di Tangerang terus meluas dari dua kecamatan menjadi tiga kecamatan. Korban terus berjatuhan. Sejak kemarin (13/7) hingga Sabtu pagi ini tercatat 300 orang dari 12 desa di tiga kecamatan tersebut dirawat.

"Terjadi lonjakan korban dan wabah diare meluas dari lima desa menajdi 12 desa," kata Yuliah Iskandar, Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang kepada Tempo di Tanggerang, Sabtu (15/7).

Yuliah mengungkapkan meluasnya wabah diare disebabkan sumber utama penularan penyakit disentri tersebut berasal dari air kotor. Air kotor tersebut diolah masyarakat menjadi jajanan sirup yang dijual-belikan secara bebas dan dikonsumsi anak-anak. "Kami masih terus mengawasi dan memeriksa sumber penularan itu," katanya.

Korban diare yang dirawat hingga pagi ini lebih dari 300 orang. Mereka dirawat di tiga Puskesmas, yaitu 190 orang di Puskesmas Sepatan, 47 orang di Puskesmas Pakuhaji, 27 orang di Kedaung Barat. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum dilarikan ke puskesmas.

Dari ratusan korban tersebut berasal dari 12 desa di tiga kecamatan, yakni Sepatan, Sepatan Timur, dan Pakuhaji.


Joniansyah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: