“Liputan Media Kerap Disetir Agenda Tim Sukses”
Selasa, 24 Juli 2007 | 17:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Liputan surat kabar tentang proses pemilihan gubernur Jakarta masih didominasi pesan-pesan para calon dan tim suksenya. Sedangkan suara warga di akar rumput kurang mendapat perhatian media.
“Harapan warga Jakarta kurang tercermin dalam pemeberitaan media, ” kata Umar Idris, Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, saat membacakan hasil pemantauan berita media di Jakarta, hari ini.
Menurut tim pemantau AJI, berita media cenderung mengikuti agenda yang dirancang tim sukses. Isu pertarungan ideologi antar para kandidat, misalnya, menggiring wartawan dan media untuk berpihak pada salah satu kubu. “Wartawan mestinya mengambil jarak dari isu itu dan fokus pada pemberitaa soal program kandidat,” ujar Umar.
Kesimpulan lain tim pemantau AJI, wartawan pun jarang menguji pernyataan para kandidat dan tim suksesnya. Wartawan cenderung menerima begitu saja klaim narasumber tanpa upaya memperdalam berita. “Media cenderung tidak kritis,” kata Umar.
Fakta itu, kata Umar, tampak jelas dari banyaknya pemberitaan yang meliput sosialisasi kandidat di kelompok warga tertentu. Media kurang memberi porsi peliputan pada problem keseharian warga seperti banjir, kemacetan, dan kesenjangan ekonomi. “Solusi yang ditawarkan para kandidat pun kurang terungkap,” kata Umar.
AJI memantau berita tentang pemilihan gubernur Jakarta sejak 12 Juni sampai 20 Juli 2007. Enam surat kabar lokal dan nasional menjadi sampel. “Media dipilih berdasarkan pangsa pasar dan segmentasinya,” ujar Umar.
Pemantauan memakai metode kuantitatif yang dilanjutkan analisis isi berita. Sejauh ini, ada 545 berita pemilihan gubernur yang dimuat keenam surat kabar itu. Dari jumlah itu, terdapat 5 isu besar yang sering jadi sorotan: isu kampanye dan sosialisasi kandidat (24,95 %), kegiatan Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas (15,23 %), kisruh pendaftaran pemilih (13,58 %), respon warga terhadap pemilihan gubernur (10,64 %), dan calon indipenden (6,61 %). “Umumnya hanya mengangkat fakta di permukaan,” kata Umar.
Maria Rita Hasugian, anggota tim pemantau dari AJI Jakarta, mengatakan kesimpulan itu masih bersifat sementara. Alasannya, proses pemilihan gubernur masih berjalan. AJI, menurut Maria, akan melakukan pemantauan hingga tahap akhir pemilihan. “Kami akan merilis hasil analisis yang lebih terperinci,” kata Maria.
Riky Ferdianto





