|
Pangkalan Depok Minta Eceran Gas 3 Kg Rp 13.500
Jum'at, 03 Agustus 2007 | 14:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pangkalan minyak tanah yang beralih menjual gas 3 kilo gram mendesak Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk gas melalui surat keputusan guna mengurangi kerugian diderita selama ini.
Mereka juga meminta wali kota melayangkan surat ke Pertamina agar pasokan minyak tanah ke wilayah Kecamatan Sukmajaya dan Pancoran Mas tidak dihentikan 100 persen. Mereka mengharapkan minyak tanah tetap dipasok 30 persen karena banyak warga yang dinilai belum siap menjalankan program konversi minyak tanah.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Kota Depok, Yahman Setiawan, menyatakan pemilik pangkalan di wilayah Sukmajaya dan Pancoran Mas mengharapkan HET gas sebesar Rp 13.500 per gas. Selama ini, pangkalan menjual ke eceran Rp 13 ribu setelah membeli dari agen Rp 12.300.
“Jika tidak dinaikkan, pemilik pangkalan gas akan rugi,” kata Yahman Setiawan, Jumat (3/8). Dia menyebutkan, pada Kamis (2/8) sore, 20 pemilik agen dan pangkalan gas 3 kilogram menemui Wali Kota Nurmahmudi Ismail untuk menyampaikan keluhan selama ini.
Yahman menjelaskan, keuntungan menjual minyak tanah jauh lebih besar daripada menjual gas. Sebagai perbandingan, kata pemilik agen gas KSU Karya Jaya itu, keuntungan menjual minyak 1 tangki atau 5.000 liter sama dengan menjual 1.100 gas ukuran 3 kilogram.
Yang terjadi saat ini, kata Yahman, para pemilik pangkalan hanya mampu menjual gas isi ulang rata-rata 8 tabung per hari. “Perbandingannya sangat jauh. Kami prihatin.”
Menurut Yahman, sejak konversi minyak tanah ke gas diberlakukan, sekitar 1.500 pedagang dorong minyak tanah dari 59 pangkalan di Kecamatan Sukmajaya terpaksa dirumahkan. Para pedagang akhirnya pulang ke kampung halaman masing-masing. Sandy Baskoro
INDEKS BERITA LAINNYA :
|