Jusuf Kalla : Gubernur Terpilih Diminta Benahi Jakarta Untuk Semua
Rabu, 08 Agustus 2007 | 11:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Gubernur Jakarta yang terpilih bisa melakukan pembenahan Jakarta untuk semua orang atau seluruh warga Jakarta. Permintaan Kalla ini merupakan gabungan dari slogan kedua pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Adang-Dani dan Fauzi-Prijanto.
"Siapapun pokoknya benahi Jakarta untuk semua," kata Kalla saat melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 Kelurahan Menteng Jakarta Pusat. Kalla mengharapkan agar gubernur terpilih bisa memperbaiki Jakarta lebih bagus dan tertib terutama di sektor transportasi, perumahan, dan kebersihan.
Kalla tiba di TPS 15 tepat pukul 09.15 didampingi istrinya Mufidah Jusuf kalla dan anak serta menantunya. Kedatangan Kalla disambut oleh Walikota Jakarta Pusat Muhayat. Kalla yang mengenakan batik kotak kotak, langsung menyerahkan kartu pemilih kepada panitia pemungutan suara. Selanjutnya ia langsung ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan. "Siapa yang saya pilih itu rahasia," kata dia.
KPPS menteng sendiri menyerahkan tujuh Kartu pemilihan kepada keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tujuh kartu itu diberikan untuk Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah Jusuf kalla dan lima kartu untuk anak beserta menantunya yaitu Solihin Kalla, Pinta Novel Putri Lestari, Muswira Kalla, Langlang Wilangkoro, dan Chaerani Kalla.
Sedangkan yang belum dapat kartu pemilih adalah putri pertama Kalla Muchlisa Kalla.
Kalla mengritik TPS yang dikunjunginya. Menurut dia, seharusnya jumlah pemilih di satu TPS bisa lebih dari 500 orang sehingga efektif dan tidak terjadi kelengangan. TPS 15 sejak mulai dibuka pada pukul 07.00 WIB memang terlihat lengang, puluhan anggota TNI dan Polri berjaga-jaga disetiap pintu masuk menuju TPS. Di sekitar TPS juga masih tampak puluhan anggoata TNI, Polisi, Satuan Pengamana Setempat juga melakukan penjagaan. Sedangkan persis di dekat TPS puluhan pengawal Wakil Presiden memantau kondisi sekitar lokasi.
"Tetapi saya yakin animo warga Jakarta akan lebih besar, meskipun dalam banyak kasus Pilkada dimanapun jumlah pemilih riilnya hanya mencapai 60 persen,." kata dia. Setelah melakukan pencoblosan, Kalla dan keluarganya menuju tempat tinta untuk menandai sidik jarinya pasca melakukan pencoblosan. Setelah itu, Kalla menuju tempat duduk diruang tunggu dan melakukan pembicaraan dengan sejumlah warga yang ada di sana.
Menurut Walikota Jakarta Pusat Muhayat, jumlah pemilih tetap di TPS 15 sebanyak 480 orang dan jumlah pemilih sementara atau limpahan dari Jakarta Selatan dan pemilih khusus sebanyak 5 orang. Menurut Muhayat, warga yang tidak memiliki hak pilih masih bisa menyalurkan aspirasinya dengan datang ke TPS membawa identitas diri dengan catatan namanya terdaptar dalam daftar pemilih tetap. Jam satu nanti, kaar dia, TPS 15 akan ditutup dan tidak boleh ada lagi pemilihan. "Setelah itu langsung penghitungan suara," kata dia.Anton Aprianto





