Panitia Pemilu Padati TPS Cawagub Prijanto

Rabu, 08 Agustus 2007 | 13:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah pejabat pemerintah dan panitia pemilihan kepala daerah Jakarta menyambangi Tempat Pemungutan Suara 05 di halaman Sekolah Dasar Negeri 01/02 Cipinang Cempedak, tempat calon wakil gubernur Prijanto mengunakan hak pilihnya pada Rabu (8/8). Tampak hadir Kepala Camat Kramatjati, Andi, Ketua pemilihan Tingkat Kecamatan, Mahdi, dan Kepala Lurah Cipinang Cempedak, Tugino.

Prijanto mendatangi TPS bersama istri dan dua anaknya sekitar 10.30 WIB. Rombongan berangkat dari rumahnya di JL Komplek III, Otista III, dengan berjalan kaki dan dikawal 10 orang personil Kepolisian Daerah Metro Jaya. Selama perjalanan, Prijanto sempat melambaikan tangan dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya kepada warga yang ia temui.

Sebelum memasuki gerbang sekolah, Prijanto sempat berbicara dengan sejumlah warga yang mengeluhkan sembrawutnya proses pendaftaran pemilih. Beberapa warga mengaku tidak bisa menggunakan hak pilihnya lantaran tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap. Itu dialami oleh keluarga Suwanto, warga Otista III No.333. Dari lima orang anggota keluarganya, tiga diantaranya tidak terdaftar dalam DPT.

Prijanto tidak mengetahui penyebab persoalan. Menurut dia, kesalahan itu tidak semata menjadi tanggung jawab KPUD, melainkan kerja system. Semrawutnya proses pemilihan juga dirasakan oleh Prijanto. Dalam kartu pemilih miliknya, Komisi Pemilihan Umum Daerah salah menempatkan tanggal lahir. “Seharusnya, saya lahir tahun 1951. Tapi yang diketik tahun 1954. Saya jadi muda tiga tahun,” katanya.

Ditempat pemilihan, Rombongan keluarga Prijanto langsung dilayani oleh tujuh Panitia Pemungutan Suara yang mengenakan batik berwarna krem. Mereka juga diperbantukan oleh lima orang petugas keamanan. Di meja pendaftaran, salah seorang petugas sempat menanyakan mengapa rombongan keluarga Prijanto baru datang di TPS siang hari. “O…, tadi saya habis ngasih pangan pitik,” ujar Prijanto berseloroh.

Seusai pencoblosan, Prijanto mengaku akan menerima apapun hasil perhitungan suara. “Saya siap menang dan siap kalah,” ujar mantan jenderal bintang tiga ini. Kalaupun ditakdirkan menang, ia berjanji akan membayar janji-janji yang pernah dilontarkan selama masa kampanye. Jika tidak, ia mengaku belum punya rencana apapun. “Yang jelas bukan bisnis. Saya tidak bakat dagang,” kata dia. Riky Ferdianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: