Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Mahasiswa Transportasi Dianiaya di Kamar Seniornya,
Rabu, 08 Agustus 2007 | 19:49 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Sidang lanjutan kasus pembunuhan Erwin, 21 tahun siswa tingkat I Sekolah Tinggi Transportasi Darat oleh seniornya pada awal 2007 lalu kian menemui titik terang.

Lima saksi dari sekolah itu dihadirkan di Pengadilan Negeri Bekasi pada Rabu (8/8).Mereka adalah, Sano Mikael, Topan, Marvian, Edi Purwanto, dan Nanang, siswa tingkat empat STTD. Mereka mengaku korban sebelum meninggal ‘dibina’ di kamar senior tingkat dua dan tingkat tiga.

Dalam keterangannya kepada majelis hakim yang diketuai Mualif, kelima saksi itu mengaku memerintahkan empat siswa tingkat dua dan tiga yang menjadi terdakwa yakni Putu Eka, Yuda Ranto, Ian Septian, dan Ronald Alamoan agar membina Erwin “Kami tingkat 4 memerintahkan siswa tingkat 2 dan 3 memberikan pembinaan,” kata Nanang dalam persidangan,"Sudah tradisi."

Tradisi itu kata dia, bukan aturan formal dari dosen sekolah. Tetapi sudah berlangsung turun temurun, dan semua siswa mematuhi tradisi itu sebagai bagian dari kedisiplinan. Umumnya, pembinaan diberikan secara tertutup di kamar seorang senior agar tidak diketahui oleh siswa lain. “Setiap menyidang kami selalu memakai seragam resmi,” ujarnya dipersidangan.

Mak Dimanalu, salah seorang pengacara STTD mengatakan, pembinaan terhadap siswa junior sudah menjadi kewenangan seorang senior. Tujuannya kata dia, menjaga agar hubungan antara senior dengan junior harmonis baik di dalam maupun di luar sekolah. Setelah lulus nanti, kata dia, seorang senior punya andil mencarikan lahan pekerjaan bagi juniornya. “Junior tidak berani melawan karena berharap besar kepada seniornya setelah lulus,” katanya.Hamluddin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Tongkat Sudah Mengarah ke Atas | 07 Maret 2005
Kalau Konspirasi, Pasti Lebih Rapi | 07 Maret 2005
Prarekonstruksi Selalu Batal | 07 Maret 2005
Tiga Surat yang Janggal | 07 Maret 2005
Siang Jahanam di Kamar Kontrakan | 07 Maret 2005
Tempo, 19 Maret 1994 | 07 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pembuat KTP Gunawan Santoso Tidak Ditahan
Pelaku Pembunuh Homoseksual Tertangkap
Polisi Temukan Delapan Mayat Korban Dukun Penggganda Uang
Pasangan Alda Dituntut 14 Tahun Penjara
Pembunuh Satu Keluarga Divonis Mati
Sidang Pembunuh Satu Keluarga Ricuh
Pemuda Tewas Dibuang Dari Kopaja
Terkait Tewasnya Warga, Komandan Kodim Solok Dicopot
Bocah Delapan Tahun Tewas Dibunuh
Pemakaman Nur Hidayat tanpa Tembakan Salvo
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105194 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data