|
Kisah Cinta Dari Guantanamo
Senin, 13 Agustus 2007 | 15:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Novelis muda, Qaris Tajudin membedah kisah percintaan antara Andi dan Larasati dalam novel terbarunya 'Mahasati', di Komunitas Budaya Pangkalan Bambu One Center, Jl Sarbini, Kota Bekasi, kemarin.
Alumnus Al-Azhar Kairo, Mesir itu menceritakan perjalanan panjang Andi mencari cinta. Di awali dari perkenalan kedua tokoh sejak duduk di bangku sebuah SMA di Ibu Kota Jakarta, lalu mereka terpisah dan akhirya kembali dipertemukan saat kematian Item, sahabatnya. Benih cinta pun bersemi kembali.
Muncul sebagai karya perdana, Mahasati bukan novel percintaan pada umumnya. Melalui proses kreatif dan bahasa yang lugas, Qaris mengajak kita bertualang ke Tunisia dan Afganistan. Serentetan penderitaan diceritakan dengan gamblang, seperti, ketika Andi dijebloskan ke dalam penjara Guantanamo karena dicurigai sebagai pasukan teroris.
"Lewat tema cinta, saya bisa menceritakan banyak nilai di dalamnya," kata redaktur Koran Tempo itu. Termasuk nilai-nilai budaya, lanjut Qaris, tidak berkurang sedikitpun cermin setiap kota yang disinggahi tokoh dalam novel ini.
Novel setebal 392 halaman yang diterbitkan penerbit AKOER diangkat dari nama sebuah patung di India. Diceritakan Qaris, patung mahasati dibangun untuk mengenang perempuan-perempuan Hindu yang bunuh diri dengan cara menceburkan tubuhnya ke dalam api perabuan suaminya sebagai bukti kesetiaan.
Hamludin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|