|
Kedatangan Presiden di Bandara Disambut Unjuk Rasa
Rabu, 29 Agustus 2007 | 11:17 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan ke Bandara Soekarno-Hatta untuk meresmikan patung proklamator Soekarno-Hatta pada Rabu (29/8) disambut dengan unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa dilakukan oleh sekitar 350 orang yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Buruh Migran Indramayu, mereka sengaja datang untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Presiden agar menutup terminal III TKI dan memperhatikan nasib para TKI.
Juwari, Koordinator aksi mengatakan mereka sengaja datang dari Indramayu Jawa Barat menyampaikan tuntutan mereka kepada Presiden SBY yang hari ini meresmikan patung proklamator di Bandara Soekarno-Hatta. "Kami semua datang dari Indramayu," kata Juwari.
Menurut dia, ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan, diantaranya adalah tutup terminal III bandara Soekarno-Hatta karena telah menimbulkan masalah dalam proses kepulangan TKW dan TKI. Mereka juga meminta agar para tenaga kerja bisa pulang melalui terminal II sama seperti penumpang yang lain. Para keluarga TKI ini juga meminta agar keluarga bisa memilih dan mengurus sendiri kepulangan TKI kekampung halamannya masing-masing. "Selain itu pemerintah dan instansi terkait harus memberikan perlindungan penuh terhadap tenaga kerja sejak perekrutan penempatan dan pemulangan dengan melibatkan langsung pemerintah daerah dan keluarga TKI," kata Juwari.
Sementara itu, para demonstran ini menggelar aksi tepat di pintu tol keluar bandara sejak pukul 09.00 WIB. Lokasi ini berada sekitar seratus meter dari tempat peresmian patung Soekarno-Hatta oleh Presiden. Para demonstran yang terdiri dari lelaki dan perempuan menggelar orasi dan membawa spanduk yang berisi kecaman terhadap pemerintah dan terminal III.
Aksi mereka ini menyebabkan kemacetan lalu lintas dari arah Jakarta menuju bandara. Berdasarkan pantauan Tempo, ratusan polisi dari Polres bandara Soekarno-Hatta sudah tiba dilokasi aksi dan mengamankan situasi. Joniansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|