Warga Kolong Tol Menunggu Pembagian Uang Kerohiman
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 20:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Warga kolong tol Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara mengaku tidak tahu jadwal pembagian uang kerohiman. “Kami sebenarnya siap pindah, cuma masih menunggu uang itu”, kata Kaisah, warga kolong tol, Jumat (31/8).
Kaisah adalah warga kolong tol yang tidak memiliki KTP Jakarta. saat ini dia menunggu pembagian uang kerohiman. “Kalau uangnya nggak ada, bagaimana saya mau pulang ke kampung? Suami saya cuma kuli bangunan, belum dapat uang”, katanya.
Di kolong tol Jembatan Tiga tidak tampak aktivitas pembongkaran bangunan oleh warga. Warga hanya terlihat duduk-duduk sambil mengobrol. Nurohman, pedagang di kolong tol mengatakan warga sudah tahu soal pembongkaran kolong tol. “Pemilik bangunan yang sekarang masih berdiri sudah pasrah”, katanya.
Pembagian uang kerohiman sudah dimulai di Kantor Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Warga kolong tol Warakas mengantri untuk mendapatkan uang kerohiman tesebut. “Saya baru tahu itu, mungkin besok giliran di sini”, kata Nurohman.
Sementara itu, di kantor kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara juga sepi dari aktivitas pegawai. Dari informasi yang diperoleh, Lurah Penjaringan saat itu sedang rapat bersama Walikota Jakarta Utara. Wakil Lurah Penjaringan Joni membenarkan hal tersebut. “Rapatnya soal penggusuran kolong tol nanti”, katanya.
Mengenai uang kerohiman, pihak kelurahan masih menunggu hasil rapat lurah dengan walikota. “Kita tinggal melaksanakan. Kalau dananya ada besok dan instruksi jelas, kita langsung bagikan”, ujar Joni.
Saat ini kelurahan Penjaringan hanya memiliki tujuh orang satuan polisi pamong praja. “Untuk antisipasi kerusuhan nanti, kita minta bantuan ke kecamatan karena aparatnya lebih banyak”, ujar Joni.
Sedangkan untuk mekanisme pembagian uang kerohiman, Joni mengatakan pihaknya tidak mendatangi lokasi kolong tol. “Warga yang akan datang ke kelurahan. tapi untuk jelasnya kami masih menunggu hasil rapat”, katanya. Gabriel Wahyu Titiyoga





