Nelayan Tangerang Kesulitan Minyak Tanah
Selasa, 04 September 2007 | 19:14 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:
Ratusan nelayan di Kampung Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan tersendatnya pasokan minyak tanah.
Meski belum menjadi daerah konversi minyak tanah ke gas, ketersediaan minyak tanah di wilayah pantai utara (pantura) Tangerang terus menurun selama beberapa minggu terakhir.
Nelayan setempat, Sudirman mengatakan setiap orang dijatah lima liter minyak tanah. Padahal kebutuhan untuk melaut membutuhkan 15 liter setiap harinya. Menurut Anhar, nelayan lain, harga solar sudah mencapai Rp 5.000 per liter. Sedangkan harga minyak tanah berkisar Rp 3.000 hingga Rp 3.500. "Kalau memakai bahan bakar solar kami berat, apalagi kami sedang mengalami paceklik ikan," kata dia, Selasa (4/9).
Kawasan lainnya di pantai utara Kabupaten Tangerang pasokan minyak tanah juga terus berkurang. Di Desa Pangkalan, Kecamatan Kosambi dan Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri misalnya. Sudah dua minggu terakhir minyak tanah sulit didapat. Kesulitan mendapatkan minyak dirasakan warga yang biasa membeli dari warung pengecer ataupangkalan minyak tanah. Jika pun ada harganya mencapai Rp 4.000 per liter.
Ayu Cipta





