Pedagang Emas Dirampok
Senin, 01 Oktober 2007 | 18:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kawanan perampok bersepeda motor merampas pedagang emas. Sebanyak 800 gram emas dalam bentuk perhiasaan hilang dibawa kabur. Begitupun dengan uang tunai Rp 12 juta. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 176 juta.
Peristiwa terjadi Ahad kemarin (30/9) malam sekitar pukul 22.15 WIB. Malam itu, Syafril Basri, 38 tahun, warga Kampung Kandang Sapi RT 06/06 Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung baru saja selesai menggelar dagangan emasnya di toko emas Murni, pasar Kayu Tinggi, Jakarta Timur.
Seperti biasa, setelah menutup toko, Sayfril tidak meninggalkan dagangannya di toko, melainkan dibawa pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda motor. Malam itu, perjalanan pulang Syafril ditemani istrinya Ita Rahmawati, 29 tahun, dan dua anak kandungnya, Fitria, 10 tahun, dan Zahra 8 bulan.
Dalam perjalanan itu, sebuah motor datang dari arah belakang dan langsung memalang kendaraan Syafril. Tiba-tiba, pengendara motor itu mendadak berang. “Saya dituduh menabrak motor dia. Dan dibilang melarikan diri,” ujar Syafril di rumahnya (1/9).
Pada saat yang bersamaan, pria yang membonceng motor mengacungkan sebuah golok dan menghunjamkan bagian bawah gagang golok itu ke kening Syafril. Pria itu juga merampas tas berisi emas yang di bawa oleh Ita. Mulanya Ita berusaha melawan. Namun, lantaran sedang menggendong Zahra tas itu dilepasnya seketika.
Usai mendapatkan barang jarahan, kawanan perampok bergegas melarikan diri dengan cara membalik arah. Menyadari itu, Syafril berusaha mengejar tanpa menggunakan motor sembari berteriak “maling”. Namun sayang, teriakan Syafril tidak berhasil menyita perhatian warga di jalan yang sedang lengang itu.
Malam itu, Syafril segera melaporkan musibah itu kepada Kepolisian Sektor Cakung. Dalam keterangannya kepada polisi, Ita mengaku pernah melihat salah seorang diantara dua perampok itu. “Kayaknya mereka pernah nongkrong di pasar,” ujar Ita. Namun ia tidak mengenal identitas mereka. Riky Ferdianto





