Penumpang Kurang Nyaman Saat Masuk dan Keluar Bus Transjakarta

Sabtu, 27 Oktober 2007 | 19:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rene Nunumete, Kepala Pengendalian Operasional BLU Transjakarta mengakui penumpang bus itu kurang nyaman ketika akan masuk atau keluar dari dan ke bus.

Adanya jarak antara bus dengan halte kerap membuat penumpang terperosok, seperti kejadian di halte Sarinah Kamis (25/10) silam.

Menurut Rene, pihaknya sudah menetapkan 15 centimeter untuk jarak antara bus dengan halte. Namun, menurut Rene, kondisi di lapangan membuat pramudi tidak bisa sesuai dengan jarak standar tersebut. Kondisi jalur busway yang berlubang memaksa pramudi harus sedikit menjauh dari halte, demikian pula dengan badan bus, "Jangan sampai bergesekan dengan halte" ujar Rene.

Rene juga mengatakan agak susah untuk membuat halte dengan badan bus berhimpitan sejajar seperti pada peron di stasiun kereta api. "Jalur busway ini 'kan sebenarnya jalur umum, jadi agak susah membuatnya seperti itu" kata Rene.

Selain itu, BLU Transjakarta sebenarnya sudah menetapkan waktu selama 20 detik untuk standar waktu bus berhenti di halte ketika akan menurunkan dan menaikkan penumpang. Namun lagi-lagi, hal ini tidak selalu efektif di lapangan karena berbagai kondisi, seperti sejumlah penumpang yang ingin berebutan masuk ke dalam bus.

Waktu 20 detik itu, menurut Rene sudah diperhitungkan antara jarak tempuh dengan jumlah halte yang dilewati dalam suatu koridor. Jika lebih lama ataupun terlalu cepat akan berakibat penumpukan penumpang di halte-halte serta menumpuknya bus di terminal akhir.M. Iqbal Muhtarom






Komentar Anda

Kirim