Mahasiswa Dibuang Setelah Dihajar Kawanan Penculik
Selasa, 30 Oktober 2007 | 20:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang mahasiswa semester tujuh Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dibuang kawanan penculik di sebuah kebun kosong di Pancoran Mas, Depok.
Dennis Jonathan, 22 tahun, mahasiswa itu, ditemukan warga dini hari tadi. Tubuh korban babak belur. Kaki dan tangannya terikat tali rafia.
Warga lalu melaporkan kajadian itu ke Kepolisian Sektor Pancoran Mas. Polisi membawa korban ke Rumah Sakit Bhakti Yudha Baru, Depok.
Dennis yang ditemui di Unit Gawat Darurat mengatakan dirinya menjadi korban penculikan. "Saya diculik kemarin sore," kata dia.
Menurut Dennis, sekitar pukul 16.00 kemarin, dia baru pulang dari kampus menuju tempat kosnya. Saat berjalan kaki di depan Bank Mandiri, Jalan Kyai Tapa, Grogol, Dennis dicegat seorang pria tak dikenal yang turun dari sebuah taksi. "Saya dihadang," kata Dennis.
Lalu, tiga teman pria itu keluar dan memaksa Dennis naik ke dalam taksi. Di dalam taksi, Dennis ditodong dengan pisau. Tangan dan kakinya diikat.
Kawanan penculik lalu meminta nomor telepon orang tua Dennis. Mereka menelpon Hari, orang tua Dennis, yang tinggal di Vila Delima Blok H 2, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Penculik meminta tebusan sebesar Rp 20 juta. Mereka meminta uang itu ditransfer ke sebuah nomor rekening.
Kawanan penculik terus membawa Dennis berkeliling dengan taksi. Mereka beberapa kali berhenti di anjungan tunai mandiri untuk mengecek uang tebusan ditransfer atau belum. Rupanya, uang tebusan itu tak kunjung dikirim.
“Mereka marah lalu memukuli saya," kata Dennis.
Saat hari sudah gelap, kawanan penculik membuang Dennis dibuang di sebuah lahan kosong. "Saya tak tahu di mana," kata Dennis. Kebun kosong itu ternyata termasuk wilayah RT 01 1/RW 08, Pancoran Mas, Depok.
Sofian





