AIDS Di Jakarta Tinggi Karena Narkoba

Sabtu, 01 Desember 2007 | 09:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai pemecah rekor kasus HIV/AIDS di Jakarta dengan 2.621 kasus. Penyebabnya, tingginya pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik, sekitar 60 persen. "Penularan penyakit itu terjadi akibat berganti alat jarum suntik," Wakil Kepala Dinas Kesehatan Salimar Salim ketika dihubungi Tempo hari ini.


Sisanya, menurut dia, tertular melalui perilaku seks bebas karena tidak menggunakan kondom. Ditambah lagi dengan kehidupan Jakarya yang sangat kompleks. Seperti perilaku anak muda Jakarta, yang cenderung hanyut ke dalam budaya hura-hura, menggunakan narkoba dan melakukan seks bebas. "Anak-anak muda selalu jadi fokus perhatian yang harus diawasi," katanya

Salimar mengatakan, angka penderita cenderung naik setiap tahunnya. Karena itu ia tidak bisa menjamin, penderita HIV-AIDS di Jakarta akan menurun di tahun depan. "Padahal kami sudah menyiapkan program pencegahan sampai pengobatan," katanya.

Pencegahan yang pihaknya lakukan, adalah bekerjaama dengan Badan Narkotika Provinsi, Departemen Kesehatan, dengan membentuk Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Daerah (KPAD) Jakarta. Di lembaga ini, rutin melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan mengobati para penderita AIDS dan pengguna Narkoba.

Pihaknya saat ini sudah menyiapkan lima klinik penyakit infeksi dan 33 Puskesmas untuk menangani pecandu Narkoba.


Mustafa Silalahi

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: