Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Puluhan Wartawan Demo Protes Perampasan Kamera
Jum'at, 07 Desember 2007 | 08:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Puluhan jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Poros Wartawan Jakarta, rencananya pagi ini, pukul 09.30 WIB, akan melakukan demontrasi di depan Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunoyoyo, Jakarta Selatan, Jumat (7/12). "Kami memprotes tindakan polisi yang merampas dan menghapus isi kamera digital wartawan Jawa Pos/Indo Pos Farouk Arnaz," ujar salah seorang aktivis Poros Wartawan Jakarta, Rizal Maslan, kepada Tempo Newsroom.

Insiden ini terjadi pada Senin (3/12) lalu. Ketika itu Farouk sedang mengambil gambar di rumah kontrakan tersangka kasus narkoba Cece alias Jenny Candra alias Jetli di Jl Pala, Cinere, Depok, saat rekonstruksi berlangsung. Namun tiba-tiba, Kepala Unit I Direktorat IV Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Besar Sriyono merampas kamera Farouk. Sriyono menganggap Farouk tidak berhak mengambil gambar proses rekonstruksi itu.

Usai rekonstruksi, Farouk mengambil kameranya di kantor Sriyono, Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta Timur. Namun dia kecewa, karena satu gambar yang diambilnya saat rekonstruksi, telah dihapus.

Atas insiden ini, Jawa Pos kemudian menempuh proses hukum. Pada Rabu (5/12) lalu, Farouk didampingi Kepala Biro Jawa Pos Jakarta Imam Syafii Sriyono ke Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Kepolisian. Menurut Rizal, insiden ini telah membuktikan kalau polisi sudah menghalang-halangi tugas wartawan. "Polisi telah melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," ujar wartawan Detik.com ini.

Raden Rachmadi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Akhir Karier Komentator Itu | 07 Pebruari 2005
Memberondong Orang Radio | 07 Pebruari 2005
AJI Protes Pangdam V | 10 November 1998
Aceh, Bengkalai Pasca-Pembebasan  | 24 Mei 2004
Letnan Kolonel CAJ Ahmad Husein: "Kami Tidak Akan Menyandera, Kami Langsung Membunuh"  | 24 Mei 2004
Mengapa GAM Menyandera? | 24 Mei 2004
Ishak Daud: "Kami Tidak Akan Menyandera, Kami Langsung Membunuh" | 24 Mei 2004
Malam Terakhir di Bukit Peudawa  | 24 Mei 2004
Peluang Setelah Menang  | 13 Oktober 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wartawan Madiun Gelar Tabur Bunga di DPRD
AJI Jember Protes Ketua DPRD Pasuruan
Wartawati Sriwijaya Post Tewas Dijambret
Koresponden BBC Alan Johnston Dibebaskan
Gerakan Pembela Keadilan Dilaporkan Polisi
Dua Wartawan Radar Banten Dianiaya Kader Golkar
Penyekap Wartawan Dipenjara Tiga Bulan
Hakim Bebaskan Wartawan Bali Post
Herliyanto Dibunuh Karena Beritakan Jembatan Rusak
Tersangka Pemukul Wartawan Debebaskan
> selengkapnya...

Referensi

Penyerangan Kantor MBM TEMPO
15 Tahun Penjara bagi Penyadap

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113078 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data