Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Meneg BUMN Perintahkan PGN Segera Perbaiki Pipa
Jum'at, 07 Desember 2007 | 19:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil memerintahkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) segera memperbaiki pipa transmisi bawah laut Grissik (Sumatera Selatan)-Singapura yang melengkung.

"Saat ini kami sedang dalam proses pengkajian time schedule dan metodenya," kata Direktur Utama PGN, Sutikno, seusai menghadap Menteri Negara BUMN di gedung Garuda, Jakarta, Jumat (7/12) petang.

Namun, Sutikno menyatakan belum dapat memastikan kapan waktu perbaikan pipa yang dioperasikan anak usahanya, PT Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo) itu akan selesai. "Karena harus menunggu hasil kajiannya," ujarnya tanpa mau memperinci waktu kajian tersebut.

Bahkan ketika ditanya siapa konsultan yang melakukan kajian tersebut, Sutikno enggan menjelaskannya. Ia justru meminta Direktur Umum PGN Djoko Pramono menjawabnya. "Nanti saja kami umumkan," ujar Djoko.

Ia pun membantah jika kejadian pipa melengkung itu akibat kelalaian PGN dan ada kesalahan teknis serta spesifikasi. "Enggak ada (kesalahan itu), sampai sekarang jalannya pipa sudah normal. Lagi pula kan kami belum mengetahui final report-nya," tutur Sutikno.

Mengenai masalah biaya perbaikan pipa, Sutikno menyebutkan akan menggunakan dana asuransi. "Yang pasti diasuransikan, nanti Transgasindo yang menjelaskan," ujarnya.

Sutikno mengklaim, saat ini aliran gas ke Singapura yang melalui pipa tersebut mulai normal. Yaitu, sesuai kontrak sebesar 350 MMSCFD (juta kaki kubik), dengan tekanan 550 psai. "Dengan kondisi sekarang saja, kapasitas tekanan masih bisa mencapai 850 psai."

Setelah adanya perbaikan pada pipa transmisi itu, PGN pun berencana meningkatkan volume gas ke Singapura sebesar 100 MSCFD.

l Wahyudin Fahmi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan  | 04 Agustus 2003
Primadona yang Sulit Diambil  | 25 Juni 2001


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tantiem PGN Tidak Dibagikan
Pemerintah Bakal Tahan Bonus Direksi PGN
PGN Bagikan 50 Persen Deviden
Direktur Lama PGN Ikut Uji Tuntas
Penjualan PGN Tunggu Keputusan Komite Privatisasi
Target Pendapatan PGN Tahun Ini Rp 7 Triliun
PGN Akan Tambah Utang Baru
Laba Bersih PGN Meningkat 20 persen
Penghematan dari pemanfaatan Gas Alam Rp 60 Triliun
PGN Batalkan Penerbitan Obligasi Tahun Ini
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113138 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pengusaha Sol Sepatu dan Petugas SPBU Ditangkap
Jenazah Ramses akan Dimakamkan
Kejaksaan Tahan Pegawai Dinas PU Buleleng
Tak Tertutup Kemungkinan Ada Tersangka Lain
Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data