"> ">
     
  Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

78 Ribu Warga Jakarta Buta Aksara
Senin, 17 Desember 2007 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan sebanyak 78 ribu warga Ibu Kota masih mengalami buta aksara. "Meskipun hanya 1,2 persen dari warga, itu terlalu besar buat Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dalam acara Peringatan Hari Aksara Internasional di Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi hari ini.

Menurut Fauzi, Ibu Kota bukan tempat bagi orang yang tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis. "Tidak pantas warga Jakarta tidak bisa membaca dan menulis," ujarnya.

Untuk itu, pemerintah berkomitmen akan menurunkan angka buta aksara setiap tahun. Dalam jangka waktu 5 tahun mendatang angka buta aksara alias warga yang tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis ditekan menjadi 0 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Tinggi dan Menengah DKI Jakarta Margani M Mustar menargetkan buta aksara, dalam 5 tahun mendatang akan dihapus dari ibu kota. "Setiap tahun akan selalu diperkecil," ujar Margani.

Berbagai pogram dan kegiatan untuk menekan jumlah buta aksara telah dilakukan, seperti Program Keaksaraan Fungsional melalui Pusat Kegiatan Belajar masyarakat (PKBM). Saat ini jumlah PKBM di ibu kota sebanyak 135 tempat.


Rudy Prasetyo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
Berprestasi atau Tidak, Tergantung Ibu  | 29 Desember 1998
Nasib Mahasiswa  | 29 Desember 1998
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Dilatih Berani Bertanggung Jawab  | 22 Desember 1998
Carilah Pemimpin Sampai ke Amerika  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Bentuk Panitia Kerja Guru
94 Guru Menerima Citi Succes Fund
Karanganyar Dirikan 2.000 Pos Pendidikan Anak Usia Dini
Pemerintah Utamakan Infrastruktur Ketimbang Pendidikan
Sidang Paripurna DPR Ricuh
Menteri Keuangan Akui Tak Penuhi Amanat Konstitusi
15 SMA di Medan Belajar Bahasa Mandarin Gratis
Rp 88 Miliar untuk Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Kupang
PGRI Jawa Tengah Tolak Sistem Ujian Nasional Sekolah Dasar 2008
Wall's Galang Dana Beasiswa Awal Ramadhan
> selengkapnya...

Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113671 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gempa 5,4 Scala Richter Goyang Maluku
Kualitas Pemain Lokal Meningkat
Jakarta Berawan
Hari Ini Warga NTB Pilih Gubernur-Wakil Gubernur
Dua Pedagang ABG ke Malaysia Diciduk

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data