|
X-Ray Di Terminal Cargo Tidak Digunakan Maksimal
Selasa, 18 Desember 2007 | 15:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kasus penyelundupan narkoba melalui terminal kargo Bandara Soekarno Hatta terjadi karena peralatan deteksi canggih seperti X-ray tidak digunakan dengan maksimal. Enam unit mesin X-ray yang berada di terminal kargo sebelum 2007 dioperasikan oleh operator kargo.
"Awal 2007 lalu, pengoperasian X-ray diambil alih Angkasa Pura II," ujar Edi Haryoto, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, hari ini. Menurut dia, faslitas X-ray di terminal kargo bukan sepenuhnya tanggung jawab pengelola bandara, tapi tanggung jawab semua maskapai penerbangan.
Edi mengakui sejak pengoperasian pemeriksaan diambil alih PT Angkasa Pura II, banyak barang-barang terlarang seperti narkoba dapat diamankan. Jumat lalu, aparat bandara dan polisi menggagalkan pengiriman 40 ribu butir ekstasi melalui terminal kargo tujuan Jakarta ke Pangkalpinang. Sebelumnya, aparat juga menggagalkan pengiriman 1.740 butir pil ekstasi warna hijau yang akan dikirim ke Makassar.
Joniansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|