|
Salat Idul Adha di Mesjid Al-Azhar Berdasarkan Ijtihad
Rabu, 19 Desember 2007 | 10:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mesjid Al-Azhar Jalan Sisingamangaraja menyelenggarakan salat Idul Adha, Rabu (19/12) pagi. Salat kali ini berdasarkan hasil ijtihad.
"Kami menetapkan berdasarkan wukuf di Arafah," ujar Shobahussurur, Ketua Takmir Majid Agung Al-Azhar kepada Tempo di kantornya usai salat Idul Adha.
Menurut Shobah, penetapan hari ini jatuh sebagai tanggal 10 Dzulhijah bukan hanya Al-Azhar saja, tetapi organisasi-organisasi Islam lain pun banyak yang sama, seperti Dewan Dakwah, Hizbut Tahrir, Muhammadiyah. "Kebetulan ijtihad kami sama, sehingga sering kami dianggap sebagai Muhammadiyah," ujar Shobah.
Dasar dari ijtihad Al-Azhar adalah menggunakan ketetapan organisasi Islam dunia, Rabi Ta'ala Islami, dengan nomor ketetapan 1-6-1-5-45 tanggal 24 Juli 1976, serta berdasarkan Konferensi Islam Internasional di Turki yang diselanggarakan Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada tahun 1975.
Kedua ketetapan tersebut menyebutkan, untuk menetapkan ketentuan-ketentuan Islam harus berdasarkan kondisi di Arab Saudi. Contoh, penentuan hisab, dimana Arab Saudi sudah dapat melihat bulan, sedangkan di Indonesia belum karena tertutup awan yang datang karena musim hujan.
Logikanya, posisi Indonesia terletak lebih timur dan seharusnya lebih dahulu terlihat dari pada di Arab. "Tetapi kami menghargai hasil ijtihad lain yang berbeda," ujar Shobah.
Sedangkan untuk masalah kemacetan yang terjadi saat berlangsungnya salat Idul Adha, disebabkan karena belum jatuh hari libur dari pemerintah.
Sebelumnya Al-Azhar telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian untuk menangani kemacetan ini. Itu sebabnya, Polisi menerapkan sistem jalan tengah dengan menutup sebagian ruas jalan yang digunakan untuk menunaikan salat dan parkir jama'ah.
"Seperti di Jalan Sisingamangaraja, Polisi menutup kedua jalur lambat dan yang dibuka hanya jalur cepat," ujar Shobah.
Pihak Al-Azhar sendiri memahami akibat tidak ditutup totalnya semua jalan seperti tahun-tahun sebelumnya kekhusukan salat agak terganggu dengan kebisingan kendaraan yang melintas terutama di Jalan Sisingamangaraja.
Bayu Pamungkas WP
INDEKS BERITA LAINNYA :
|