|
Penggelola Ratu Plaza Siap Penuhi Panggilan Polisi Terkait Pembukaan Segel
Sabtu, 22 Desember 2007 | 20:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Penggelola pusat perbelanjaan dan perkantoran Ratu Plaza, PT Ratu Sayang Internasional, mentakan siap memenuhi panggilan pihak kepolisian terkait dengan perusakan segel pintu masuk parkir basement.
"Tapi kita belum menerima surat panggilannya," kata pengacara Ratu Plaza, Darwin Aritonang, saat dihubungi Tempo, Sabtu (22/12).
Kepala Kepolisian Sektor Tanah Abang Komisaris Joni Iskandar mengatakan pihaknya telah melayangkan surat panggilan pertama kepada pihak Ratu Plaza dan pihak Carrefour. "Kami harap tanggal 26 atau 27 Desember ini mereka memenuhi panggilan," kata Kompol Joni.
Darwin mengakui kliennya yang menjebol segel itu. "Kami tidak berniat merusak segel," ujarnya. Namun, katanya, saat itu masih ada beberapa mobil yang masih berada di basement. "Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) tidak mengeluarkan semua mobil yang ada di basement ketika menyegel," katanya.
Maka, pihaknya terpaksa membuka segel tersebut. Mereka juga telah mengirim surat permohonan maaf kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai perusakan segel tersebut.
Namun, Darwin membantah jika segel itu dibuka lagi setelah kejadian pertama. Seperti diberitakan kemarin, pintu parkir basement itu bisa dibuka dan dilalui oleh mobil boks. "Tidak mungkin kami yang buka, mungkin pihak Carrefour," katanya. Ia juga menuding pihak Carrefour tidak terbuka terhadap penggelola gedung.
Tempat parkir tersebut sampai sekarang masih disegel sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Masih menunggu tes ketiga dalam 10 hari ke depan," kata Darwin.
Dinas P2B menyegel parkir basement tersebut karena listrik cadangan yang dimiliki oleh gedung Ratu Plaza dinilai tidak mencukupi. Dari 5500 Kilo Volat Ampere (KVA) kebutuhan listrik yang dibutuhkan, pihak penggelola baru mampu menyediakan 2250 KVA. "Itu termasuk mesin baru dengan kapasitas 250 KVA," kata Darwin.
Ia mengakui permasalahan ada pada genset. "Gedung dan genset itu memang sudah relatif tua, 25 tahun," katanya.
Jadi, untuk menyalakan butuh waktu antara 5 hingga 20 menit. "Ketika ada pemadaman yang tiba-tiba dari PLN, genset belum siap," ujarnya. Pihak penggelola telah memiliki berencana untuk mengganti mesin genset. "Tapi butuh waktu," katanya. Sofian
INDEKS BERITA LAINNYA :
|