|
Banjir di Jakarta Barat Mulai Surut
Sabtu, 22 Desember 2007 | 20:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Genangan air banjir yang terjadi dalam dua hari terakhir di beberapa wilayah di Jakarta Barat mulai sore tadi berangsur-angsur mulai surut.
Menurut Fandi, warga yang tinggal di Jelan Gedu Indah 1 RT 01 RW 08 Kelurahan kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk, sempat terjadi banjir di daerah tersebut setinggi lutut orang dewasa sejak Idul Adha, Kamis lalu.
"Hari ini baru surut," ujarnya pada Tempo, Sabtu (22/12). Surutnya genangan terjadi berkat beroperasinya pompa penyedot air yang dipinjamkan dari Kelurahan Kedoya Utara kepada RW 08.
"Selain itu pintu air sungai juga sudah kami tutup. Kalau tidak, pasti daerah sini sudah tergenang lagi," ujarnya. Pintu air tersebut menghubungkan selokan di RW 09 ke anak sungai Cisadane sepanjang jalan Daan Mogot.
Perumahan kumuh di sekitar daerah tersebut juga baru mulai mengering hari ini, setelah beberapa hari tergenang. "Baru siang tadi airnya surut," ujar Satin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci.
Kontrakan kumuhnya di daerah tersebut berukuran 3x3 meter yang terbuat dari tripleks dan beratapkan seng.
Seluruh barang elektronik yang ia punya, yaitu TV dan sound system ia letakkan di loteng yang ia buat bersama suaminya.
"Orang-orang di sini semuanya sudah siap kalau banjir datang," kata Satin. Ia bercerita, banjir terparah di daerah itu terjadi pada Februari 2007 ketika tinggi air mencapai tiga meter.
"Bulan ini baru 2 kali kebanjiran," katanya. Banjir pertama terjadi pada 12 Desember, dan yang kedua sejak dua hari lalu. Yang terakhir ini ketinggian air mencapai paha orang dewasa atau sekitar 80 cm.
Ari, seorang warga yang tinggal di jalan Tawangmangu di Kelurahan Kedaung Kali Angke mengatakan daerahnya kerap menjadi langganan banjir ketika hujan datang. "Kalau hujan agak lebat saja, pasti di sini banjir," kata pemuda 22 tahun tersebut.
Berdasarkan pantauan Tempo, ketinggian air di wilayah itu mencapai 30 cm. Meskipun demikian, rumah di jalan tersebut telah ditinggikan sehingga air tidak masuk ke dalam rumah warga.
Menurut Ari, selain daerahnya tergolong lebih rendah dibandingkan daerah di sekitar itu, selokan yang mampet dan kecil tidak mampu menampung dan menyalurkan debit air yang besar. "Ini sudah mulai surut. Pagi tadi tingginya mencapai lutut," katanya.
Sejumlah wilayah di kecamatan Cengkareng Timur dan Kebon Jeruk juga masih tergenang di beberapa tempat. Ketinggian air bervariasi, mulai 10 hingga 30 cm dari permukaan tanah. Amandra Mustika Megarani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|