Puluhan Warga Bekasi Terserang Cikungunya

Rabu, 26 Desember 2007 | 19:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:


Sedikitnya 45 orang warga Kampung Babakan RT 02/ RW 02, Kelurahan Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, terserang cikungunya. Para korban tidak bisa berjalan kaki karena demam yang berlebihan.

Nyonya Zaitun, 61 tahun, mengatakan empat putranya terserang cikungunya dalam waktu bersamaan. Yakni Hermansyah, 43 tahun, Cut Gusni, 39 tahun, Zaini, 15 tahun, dan Anita, 8 tahun, keempatnya hanya bisa berbaring di tempat tidur. "Mereka demam," kata Zaitun kepada Tempo hari ini.Menurut dia, penyebaran wabah cikungunya begitu cepat. Mulai menyerang tiga hari lalu, ketiga putranya langsung drop.

Muhamad Yamin, Ketua RW 02, mengatakan telah memeriksakan warganya ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Satriyajaya. "Perawat menyatakan mereka positif cikungunya," kata Muhamad. Serangan penyakit cikungunya diduga karena warga tidak memperhatikan kebersihan lingkungan. Selokan jarang dibersihkan sehingga jentik nyamuk semakin subur.

Awalnya, kata Muhamad, hanya satu-dua warga yang mengeluh karena demam. Tetapi setelah tiga hari, korban terus bertambah. Dalam satu keluarga, korban Cikungunya mencapai empat orang.

Muhamad Yamin mengaku telah melaporkan kasus itu ke pemerintah daerah. Dua pekan lalu, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi datang dan menjanjikan penyemprotan jentik nyamuk, tetapi hingga kini belum terealisasi.

Hamluddin






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: