Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Korban gelombang pasang Kalibaru mendapatkan bantuan pertama
Sabtu, 29 Desember 2007 | 14:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban gelombang pasang Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan bantuan pertama dari sebuah yayasan swasta pada Sabtu (29/12).

Warga mengatakan, bahwa bantuan terutama bantuan sembako sangat dibutuhkan di lokasi tersebut. Sedangkan untuk membangun runah, mereka dapat merintisnya kembali dari sisa-sisa puing rumah mereka.

Korban yang juga nelayan tersebut membutuhkan bantuan karena telah beberapa minggu lalu tidak dapat melaut diakibatkan adanya angin barat. Diperkirakan angin barat ini berlangsung sampai bulan ketiga tahun depan.

Menurut Umar, bantuan tersebut berupa bahan makanan dan perlatan kebersihan. “Mie instant, pasta gigi beserta sikat gigi, sabun dan shampo,” ujarnya.

Hingga kini, pemerintah Jakarta Utara belum memberikan Satkorlak atau dari pihak pemerintah manapun tidak ada yang datang ketempat kejadian bencana yang juga salah satu peternakan kerang hijau terbesar di Jakarta itu. “Hanya Kepala Urusan (Kaur) Tramtib Kelurahan saja yang dating mendata,” ujar warga.

Dari pantauan Tempo, hari ini, Sabtu (29/12), para korban semuanya telah mengungsi namun di rumah kerabat atau keluarga mereka yang juga masih berada didaerah tersebut. Namun ada satu keluarga yang masih berada di posko pengungsian dengan jumlah 8 anggota keluarga, dimana 4 diantaranya masih anak-anak dan salah satunya berumur sekitar 4,5 tahun.

Posko pengungsian yang dimaksud warga adalah sebuah musholla kecil yang baru setengah jadi pembangunannya. Bangunan musholla tersebut sudah beratap dan berdinding namun tanpa pintu, jendela dan belum berlantai. Didalamnya dibuat sekat-sekat kecil dengan kain untuk tempat anak-anak tidur.

Sementara di pinggiran pantai bekas puing-puing rumah yang terkena gelombang pasang, warga berusaha membendung gelombang air laut dengan sisa-sisa reruntuhan kayu agar pantai tidak semakin terkikis atau terkena abrasi air laut.Bayu Pamungkas WP


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114417 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data