Sesama Kader PAN Bekasi Terlibat Bentrokan
Minggu, 13 Januari 2008 | 18:38 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:
Bentrokan antar sesama kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi, Minggu (13/1), terjadi di depan kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) setempat. Sejumlah kader terlibat aksi saling lempar batu, adu jotos, dan merusak sejumlah inventaris partai.
Kericuhan meletup sekitar pukul 14.00 WIB. Berawal ketika sejumlah kader muda PAN menggelar panggung demokrasi yang isinya mengkritik para pengurus DPD PAN yang tidak transparan. Selang satu jam acara berjalan, sekitar 15 orang yang juga mengatasnamakan dirinya kader PAN melakukan penyerangan dengan batu.
Acara yang awalnya dibalut dengan dialog interaktif dan panggung hiburan itu berubah ricuh. Peralatan musik seperti sound system dirusak. Pintu kantor DPD PAN Kota Bekasi yang berlokasi di rumah toko Centra Kali Malang di Jalan A Yani, Kota Bekasi, itu tidak luput dari amuk massa.
“Kami kena lemparan batu," kata Gumilar, koordinator acara panggung dialog demokrasi kepada para wartawan. "Tetapi alhamdulillah tidak ada yang sampai luka parah".
Ketua Departemen Badan Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan PAN Kota Bekasi itu menuding pengurus inti DPD PAN Kota Bekasi sebagai biang kericuhan tersebut. “Mereka tidak terima dikritik,” katanya.
Atas peristiwa tersebut, para kader PAN yang diserang menyatakan akan melayangkan somasi dan mosi tidak percaya kepada pengurus PAN Kota Bekasi. Mereka juga menuntut dilakukannya musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) untuk mengganti fungsionaris PAN Kota Bekasi di bawah pimpinan Zubaidi Asnan.
Ditanya apakah akan membawa kasus penyerangan itu ke pihak kepolisian, Gumilar membantah. Dia akan menyelesaikan kasus tersebut secara internal. “Karena ini kasus internal, akan kami selesaikan secara internal pula,” katanya.
Bendahara DPD PAN Kota Bekasi Syahril, mengakui pihaknya membubarkan acara tersebut karena tidak ada izin. “Sebelumnnya sudah saya peringatkan tetapi mereka tetap menggelar acara,” katanya.
Syahril membantah jika pihaknya dituding lebih dulu melakukan penyerangan. Para kadenya melempari batu setelah emosinya terpancing karena permintaan untuk bubar tidak direspon. “Kami malah yang lebih dulu diserang,” ujarnya.
Semestinya, lanjut Syahril, jika mau mengajukan kritik terhadap pengurus harian, mereka bisa melakukannya secara tertutup dan dengan cara duduk satu meja. "Bukan di depan umum, karena akan mencoreng citra dan nama baik PAN." Hamluddin





