|
Kondisi Soeharto Menurun
Selasa, 15 Januari 2008 | 13:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kondisi mantan Presiden Soeharto pada hari ke-12 perawatannya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) kembali menurun.
"Hemodinamik juga menurun," kata Dr Mardjo Soebiandono, Ketua Tim Dokter Soeharto kemarin. Akibatnya, fungsi jantung, paru dan organ lainnya menurun.
Selain itu tanda-tanda penurunan kondisi ini ditandai tekanan darah Soeharto jadi 90-110/30-40 mmHg. Pernafasannya juga masih dibantu dengan mesin pernafasan. Namun Tim dokter enggan menjelaskan secara detail porsi pernafasan yang ditopang oleh mesin itu. Selain itu fungsi jantung masih belum stabil, "Namun penimbunan cairan dalam paru-paru berkurang," kata Mardjo.
Dr Sutji Haryono, ahli paru-paru yang merawat Soeharto menyatakan tanda-tanda infeksi sistemik mengancam. Menurut dia infeksi ini adalah infeksi yang ada dalam tubuh. "Kami masih mencari di mana infeksi terbesar," kata dia.
Sutji menerangkan dalam tubuh penderita penyakit berat daya tahan tubuh menurun dan kuman bersahabat berubah sifat menjadi ganas. "Ini yang menyebabkan infeksi itu," katanya. Dia menambahkan, "Saat ini yang terdeteksi adalah infeksi di paru-paru (penumonia)".
Saat ini tim dokter masih menelusuri infeksi ini di organ lainnya. Akibatnya, kata Sutji, penyembuhan jadi lama, keadaan lebih buruk dan pengobatan jadi tidak efektif. Sehingga pemberian obat-obatan, khususnya untuk mengatasi infeksi dan perawatan intensif diupayakan maksimal. Rencananya, asupan obat-obatan ini akan dikurangi. "Tapi karena kondisinya menurun, maka kami batalkan," kata Mardjo.
Muhammad Nur Rochmi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|