Potensi Golput Hanya 5 Persen
Sabtu, 26 Januari 2008 | 16:21 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Potensi golongan putih (Golput) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi, diperkirakan hanya sekitar 5 persen dari total 1.168.785 jiwa pemilih. Mereka adalah warga yang memutuskan tidak menyalurkan hak pilihanya sebagai sikap politik.
Minimnya potensi golput di Kota Bekasi itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi Achmad Herry, Sabtu (26/1). “Jumlahnya sangat kecil, tidak akan lebih dari 5 persen,” kata Herry kepada Tempo.
Menurut dia, keputusan menjadi golput dilakukan secara sadar karena beberapa faktor. Di antaranya, antipati terhadap Pilkada, dan tidak respek terhadap calon wali kota dan wakil wali kota yang bersaing memperebutkan kursi Bekasi I, dan II, untuk periode 2008-2013.
Minimnya potensi golput itu diketahui berdasarkan respon warga terhadap sosialisasi Pilkada Kota Bekasi yang dilakukan sejak Januari 2007 lalu. Dari situ KPU Kota Bekasi mengetahui antusiasme masyarakat ikut berpartisipasi membangun daerahnya sangat tinggi. Seperti kegiatan sosialisai Pilkada di kalangan serikat pekerja dan buruh pabrik, serta lewat dialog interaktif yang digelar KPU mendapat respon luas.
Menurut Herry, potensi golput itu tidak akan mempengaruhi perolehan suara masing-masing pasangan calon kepala daerah. Artinya, sekalipun ada golput hasil suara yang akan diperoleh setiap pasangan tidak jah berbeda jika semua pemilih tetap menyalurkan hak pilihanya. “Tidak berpengaruh besar,” katanya. Hamluddin






Komentar Anda :