|
Komplotan Rampok Spesialis Penumpang Bajaj ditembak
Kamis, 07 Pebruari 2008 | 18:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Dua remaja anggota kawanan perampok ditembak aparat kepolisian sektor Penjaringan Jakarta Utara, rabu malam kemarin. Mereka dilumpuhkan karena melarikan diri setelah merampok seorang penumpang bajaj di kawasan elit Pluit.
Kedua remaja yang ditembak masing-masing bernama Hari Siswanto (25) dan Jajat Irwansyah (25). Paha kiri keduanya ditembus timah panas setelah melarikan diri dari kejaran petugas yang telah memergoki aksi mereka.
Saat itu, sekitar pukul 19.00, Hari dan Jajat yang menaiki sepeda motor Yamaha Jupiter B 6615 PHZ melintas di jalan Permai Raya, tepat dibelakang Mega Mall Pluit. Disana, mereka mendapati sebuah bajaj yang ditumpangi Atikah (40), kepala sekolah di salah satu SLTP dikawasan Pluit, tengah meluncur. Seketika kendaraan roda tiga itu mereka pepet dari samping kiri.
Ketika memepet, Jajat yang bertindak sebagai eksekutor langsung merogohkan tangannya kedalam bajaj, serta merampas tas yang dipangku Atikah. Sesaat sempat terjadi pergumulan, hingga akhirnya tas tersebut berhasil dirampas kedua pemuda begal tersebut.
Aksi itu tak berjalan mulus. Selang beberapa meter mereka melaju, 2 anggota polisi mengejar mereka sembari melepaskan tembakan peringatan. Keduanya pun berhenti dan diringkus.
Ketika hendak digiring, Hari dan Jajat mencoba kabur. Polisi pun akhirnya menembak kaki keduanya hingga tersungkur dan lantas digiring ke kantor kepolisian sektor Penjaringan.
Setelah diperiksa, Hari mengaku telah 8 kali menjalankan aksi perampokan diwilayah Jakarta Utara sepanjang tahun 2007. Namun ternyata wilayah operasinya bukan hanya di satu wilayah saja.
"Wilayah operasi kami di Jakarta Utara, Pusat dan Barat," kata Hari. Ia mengaku memilih pengendara bajaj sebagai sasaran utama karena barang yang dibawa lebih mudah dijangkau oleh tangan, sembari menumpang sepeda motor. Selain itu, jumlah barang yang dirampas relatif menggiurkan.
"Aksi terakhir di Pluit itu aja dapat ponsel dan uang 1,5 juta. Sebelumnya uangnya juga lumayan, antara 300 sampai 500 ribu," kata Jajat. Selain bersama Jajat, dalam menjalankan aksi, Hari biasanya begabung dengan 3 kawannya yang lain yakni Surahman, Agus dan Ambon. Namun desember tahun lalu Surahman dan Agus sudah tertangkap polisi dikawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
"Tinggal Ambon saja yang masih kami kejar. Kawanan ini sudah sangat meresahkan dengan modus merampok penumpang bajaj. Mereka terancam pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan," kata Inspektur satu Ali Zusron, Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Penjaringan.
FERY FIRMANSYAH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|