DKI Lirik Pinjaman Bank Dunia Rp 1,2 Tiliun
Jum'at, 08 Februari 2008 | 16:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berminat terhadap bantuan pinjaman lunak dari Bank Dunia sebesar Rp 1,2 triliun. Pinjaman itu digunakan untuk normalisasi dan pengerukan 13 sungai utama yang mengaliri Ibu Kota.
"Ada sinyal Kami bisa meminjam soft loan kepada Bank Dunia,"kata Fauzi Bowo Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota Jumat (08/02). Akses peminjaman dana tersebut akan difasilitasi Pemerintah Pusat tepatnya melalui Wakil Presiden RI.
Menurut Fauzi kemampuan anggaran pendapatan belanja daerah yang dimiliki Jakarta tidak mencukupi untuk menanggulangi banjir di Ibu Kota. Sehingga membutuhkan pinjaman dengan jangka waktu panjang dan bunga rendah.
Syarat pinjaman berjangka panjang dan berbunga rendah, lanjut Foke, dirasa sangat penting. Tujuannya agar pemerintah daerah memliki kemampuan untuk melakukan pembayaran. Artinya pos pembayaran yang dialokasikan di APBD, tidak terlalu memjadi beban yang besar.
Pinjaman dengan jangka panjang dan berbunga rendah dicontohkan Foke, diterapkan pada pembangunan Subway dari pinjaman asal Jepang. "Jangka waktunya 30 tahun dengan bunga hanya 0,45%,"katanya.Rudy Prasetyo





