Gelombang Laut Masih Berbahaya

Minggu, 10 Februari 2008 | 08:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gelombang tinggi yang membahayakan operasi pelayaran masih akan dijumpai dalam pekan ini. Badan Meteorologi dan Geofisika memperkirakan, hingga Selasa mendatang, gelombang dengan ketinggian 2,5 - 5 meter akan melanda sejumlah perairan.

Dalam situs resmi BMG, dijelaskan bahwa gelombang setinggi 3-5 meter yang berbahaya bagi semua jenis kapal berpeluang terjadi di Perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, Timor, Cina Selatan, Natuna, Selat Karimata, Perairan Timur Kepulauan Riau, Perairan Utara Pangkal Pinang, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Laut Bali, Flores, Selat Makasar bagian selatan, Perairan Selatan Sulawesi, dan Laut Banda bagian Selatan.

Adapun gelombang 2,5-3 meter berpeluang terjadi di Perairan Lampung, Selat Sunda, Selat Bali, Selat Lombok, Perairan Kalimantan Barat, Perairan Bangka Belitung, Laut Jawa bagian barat, Laut Banda utara, Perairan Sangihe Talaud, dan Perairan Halmahera. Gelombang ini hanya berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang, dan ferry.

Pada 4 Februari lalu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menerbitkan maklumat pelayaran sebagai seruan kepada pihak-pihak terkait pelayaran agar mewaspadai potensi gelombang tinggi. "Hampir di semua perairan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Efendi Batubara, akhir pekan lalu. Maklumat akan berlaku selama 10 hari sejak dikeluarkan, dan dievaluasi tergantung kondisi.

Sejauh ini, gelombang laut masih memakan korban di sektor pelayaran. Kamis lalu, karena diterpa gelombang tinggi, sebuah kapal tanker nyaris menabrak hotel di Merak, Banten. Di Nusa Tenggara Timur, Administrator pelabuhan setempat bahkan sempat mengeluarkan larangan pelayaran. Ombak hasil gelombang tinggi juga merusak empat perahu nelayan di Pantai Samas, Yogyakarta. Harun Mahbub






Komentar Anda

Kirim