Presiden Prihatin Atas Insiden Timor Leste

Senin, 11 Februari 2008 | 11:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:


Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keprihatinannya atas peristiwa penyerangan terhadap Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao.

Juru Bicara Kepresidenan, Dino Pati Jalal mengatakan Presiden cukup lega mengetahui Ramos-Horta selamat, meskipun terluka karena tembakan dua peluru di tubuhnya. "Presiden berdoa supaya Presiden Ramos-Horta segera pulih dan kembali menjalankan tugasnya," kata Dino saat dihubungi Tempo hari ini.

Dino menambahkan, SBY menyatakan prihatin atas percobaan pembunuhan terhadap Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao. Upaya pembunuhan itu telah direncanakan secara rinci. "Karena sebelumnya belum ada upaya pembunuhan terhadap Presiden dan Perdana Menteri sekaligus," katanya.

Pemerintah Indonesia mendukung pemerintah Timor Leste dalam membela dan menegakkan demokrasi, terutama terhadap ancaman inkonstutisional. Menurut Dino, laporan sementara, pelaku penyerangan itu diduga Alfredo Reinado, buronan yang diduga melakukan kerusuhan berdarah tahun 2006.

Pukul 7 pagi waktu setempat, tentara pemberontak menyerang kediaman Ramos-Horta di Metiaut, Dili. Dalam insiden itu, Ramos-Horta tertembak bagian perutnya, seorang pengawalnya tewas dan dua lainnya terluka.

Nieke Indrietta

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: