|
Daging Sapi Menghilang di Bekasi
Kamis, 21 Pebruari 2008 | 13:45 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:
Stok daging sapi lokal maupun impor di Kota Bekasi, hilang dari pasaran. Tidak satupun pedagang di pasar induk (Pasar Baru) Bekasi yang berjualan.
Wardi, 45 tahun, pedagang daging sapi impor, mengatakan hilangnya persediaan daging di pasaran karena harga dari distributor tinggi. Padahal produksi daging impor asal Australia, dan New Zealand, sekitar 3 ton per hari.
Kenaikan harga daging itu bervariasi, daging seharga Rp 9 ribu naik Rp 15 ribu per kilogram, Rp 20 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram, dan daging yang awalnya harga Rp 35 ribu naik Rp 45 ribu per kilogram. "Kenaikan terlalu tinggi," ujar Wardi kepada Tempo, Kamis (21/2).
Andi, 40 tahun, pedagang daging lokal mengatakan kenaikan harga daging lokal asal Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, lebih besar lagi. Dari harga Rp 48 ribu per kilogram naik menjadi Rp 55 ribu per kilogram daging. "Kami tidak bisa dapat untung dari harga baru itu," kata Andi kepada Tempo.
Kenaikan harga tersebut membuat sekitar 80 pedagang daging di Pasar Baru, Kota Bekasi, tidak mau ambil resiko. Para pedagang tidak mau menyetok daging karena pembeli tidak menerima kenaikan harga yang begitu cepat.
Hamluddin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|