Warga Meruya Selatan Tolak Kunjungan Anggota Dewan
Rabu, 27 Februari 2008 | 15:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekitar 100 warga Meruya Selatan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kelurahan Meruya Selatan Reformasi dan Kerukunan RT/RW dan Kelurahan menolak kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat ke kantor Badan Pertanahan Nasional Jakarta Barat kemarin.
Anggota Tim Kerja Komisi II DPR dijadwalkan berkunjung ke Kantor BPN Jakarta Barat terkait pelaksanaan eksekusi lahan kosong di Meruya Selatan. Warga pun menghadang kedatangan anggota dewan di depan kantor BPN di Jalan Kembangan Utama, Jakarta Barat pukul 10 pagi.
"Penolakan warga disebabkan dewan datang bersama PT Portanigra selaku eksekutor," kata Ketua Kerukunan Tadjudin Widodo. Informasi adanya manajemen Portanigra dalam kunjungan kerja ke BPN diperoleh setelah warga menghubungi sekretariat komisi II DPR RI. "Ini berarti tim kerja tidak netral," kata Tadjudin kepada Tempo.
Menurut dia, keterlibatan Portanigra dalam tim bisa menekan BPN dalam menentukan batas-batas lahan yang akan dieksekusi. "Warga menolak eksekusi, meski itu tanah bukan milik mereka," kata Ketua Forum, Sukayat.
Setelah ditunggu sampai siang, Portanigra dan anggota dewan urung datang. "Tidak disebutkan alasannya," ujar Kepala Seksi Sengketa dan Konflik BPN Jakarta Barat, Dirwan.
Reza Maulana





