Adam Air Berjuang Tetap Terbang

Senin, 17 Maret 2008 | 07:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai penerbangan Adam Air berupaya untuk tetap beroperasi meski kondisi keuangannya goncang menyusul hengkangnya PT Bhakti Investama dari jajaran pemegang saham. Adam Air mengagendakan negosiasi dengan rekanan, terutama penyedia sewa pesawat.

Presiden Direktur PT Adam SkyConnection, Adam Aditya Suherman, mengatakan bahwa operasi layanan terbang dalam kondisi krisis saat ini tentu tidak seperti biasanya. "Rute tetap, hanya frekuensi dikurangi, paling sekitar separuhnya," kata dia ketika dihubungi, Senin (17/3).

Dia mengakui saat ini maskapainya memang kesulitan beroperasi normal. Akibat belum membayar sewa, sedikitnya 12 pesawat ditahan (grounded) lessor sehingga tinggal 10 pesawat saja yang beroperasi. "Hak mereka (lessor), kami hanya bisa negosiasi penundaan,"katanya.

Biaya sewa pesawat dan perawatan untuk pesawat jenis Boeing 737 yang digunakan Adam Air sekitar US$ 300 ribu per unit per bulan. Negosiasi penundaan pembayaran yang dirintis sebelumnya pun buyar akibat berita kepergian Bhakti Investama dari Adam. "Banyak suplier mempertanyakan," kata Adam.

Dalam kondisi demikian, kata dia, manajemen berusaha keras untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. "Usahakan jangan dulu,"ujarnya. Semisal ada perampingan karyawan yang saat ini sekitar 3 ribu orang, manajemen akan memenuhi hak karyawan.

Adam kembali menyatakan kekecewaannya dengan keputusan Bhakti menarik diri. "Harapannya sih hati nuraninya terketuk sehingga turut bertanggung jawab," katanya. Sebab, secara resmi Bhakti masih tercatat sebagai pemegang saham.

Pada Jumat pekan lalu, konsorsium PT Global Transport Service yang merupakan anak perusahaan PT Bhakti Investama Tbk mengumumkan rencana penarikan 50 persen saham Adam Air. Konsorsium menguasai separuh saham maskapai itu dengan rincian Global Transport 19 persen dan Bright Star 31 persen. Separuh saham lainnya di tangan keluarga.

Pihak Bhakti Investama menyatakan, penarikan saham itu karena Adam Air dinilai tidak kunjung meningkatkan aspek keselamatannya. Selain itu, manajemen juga dinilai tidak transparan. Informasi penarikan saham itu sendiri belum disampaikan resmi ke manajemen Adam Air.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menyatakan tidak ikut campur dengan urusan bisnis Adam itu. "Kami hanya mengawasi aspek keselamatan," katanya. Adapun Ketua Komite Nasional Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi menyayangkan jika Adam setop operasi. "Sayang milik bangsa sendiri."

Harun Mahbub

TOPIK






Komentar Anda

Kirim