|
Tiga Kelompok Perampok Taksi Dibekuk
Jum'at, 21 Maret 2008 | 23:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Satuan Kejahatan Dengan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk sejumlah perampok taksi yang diburu hampir dua bulan. Terbagi dalam tiga kelompok yang saling kenal, mereka membuat resah penumpang taksi dalam sedikitnya delapan kali aksi sepanjang 2008 ini.
Jumat (21/3) pagi, tiga anggota reserse tiba di Markas Polda Metro Jaya setelah mencari tersangka John hingga ke Padang, Sumatera Barat. John adalah salah satu ketua komplotan perampok taksi ini.
Bos dua kelompok lainnya adalah Afrian dan Eko. Mereka dan anak buahnya umumnya berasal dari wilayah Sumatera Barat.
Rangkaian penangkapan ini bermula dari dua tersangka yang dibekuk sejak awal Maret lalu. Keduanya, Aguswan dan Irwan, diciduk di Bekasi, dengan barang bukti sebuah mobil Kijang. Polisi kemudian mengembangkan jaringan kelompok-kelompok ini dari kedua tersangka, yang ternyata berasal dari dua kelompok berbeda.
Pengembangan yang dilakukan polisi sempat mentok karena para pelaku lain menghilang setelah mengetahui anggotanya ditahan. Untuk memburu para tersangka, sejumlah reserse bahkan sampai menyewa sebuah kamar kos di Bekasi.
Dua pekan berlalu tanpa penangkapan anggota lain. "Tapi sejak itu pula aksi perampokan taksi tak ada lagi. Kami makin yakin sudah di jalur yang benar," kata Kepala Satuan Kejahatan Dengan Kekerasan Ajun Komisaris Besar Fadil Imran.
Rabu pagi lalu, reserse menangkap dua perampok lainnya, Eko dan Andrianon alias Kanon. Eko, si bos perampok, diciduk di depan istrinya di kontrakan mereka di Karawang.
Dari keduanya, polisi menyita dua buah taksi yang kerap dipakai beraksi. "Eko sebelumnya menculik dan merampok mahasiswa Bina NUsantara yang dibuang di Cibubur," kata seorang reserse.
Kamis pagi, polisi menangkap lagi tiga orang anggota kawanan perampok ini. Mereka adalah Yudi Lesmana, Andre dan Anto. Total tujuh orang tersangka kini menghuni sel sementara di ruang tahanan piket Satuan Kejahatan Dengan Kekerasan.
"Kawanan mereka masih ada yang di luar. Tapi tiga bos kelompok mereka sudah kami tangkap," kata reserse tadi.
Sebelumnya, Fadil Imran mengatakan, sejak awal 2008 sudah tercatat delapan kali aksi perampokan di taksi. Para korban hampir selalu perempuan. Korban pria biasanya mahasiswa. Di antara kasus-kasus yang terjadi, salah satu korban adalah perempuan warga asing yang, setelah dirampok, diturunkan di kawasan Sudirman Central Business District.
Di halaman Polda Metro Jaya, polisi menyita dua taksi yang dipakai kawanan-kawanan ini. Taksi putih (Celebrity) bernomor polisi B 1739 IE, memiliki nomor pintu asli 3244. Oleh para kawanan, angka 44 dikelupas sehingga nomor pintu terlihat seperti 3211.
Terlihat dari luar, argo taksi masih menyala dengan jumlah tagihan lebih dari Rp 700 ribu. "Taksi ini sudah jalan-jalan sampai Palembang," kata seorang petugas. Taksi lain berwarna biru (Concorde), bernomor plat B 1122 WY dengan nomor pintu PC 022. Ibnu Rusydi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|