Juragan Angkot Tewas Dibunuh Keponakan
Jum'at, 21 Maret 2008 | 23:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang juragan angkutan kota (angkot) tewas setelah ditusuk dengan pisau dapur. Tersangka pelaku adalah keponakannya sendiri, yang tak bisa mengendalikan emosi saat membela ibunya yang terlibat cek-cok dengan sang paman.
Kejadian yang menimpa juragan bernama Pendi Ginting, 44 tahun, ini terjadi di rumahnya di Jalan Bambu Kuning 4 Rt 010/03 Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat siang (21/3). Tersangka pelaku adalah Indra Lubis, 21 tahun, yang tak lain adalah keponakan Pendi.
Kejadian bermula saat Pendi memarahi Atik, 45 tahun, ibu tersangka sekaligus kakak korban, yang sedang mencuci baju. Pendi marah karena Atik menggunakan ember milik korban tanpa izin.
Indra kemudian datang untuk membela ibunya. Sempat terjadi cekcok mulut antara Indra dengan Pendi.
Karena tidak dapat menahan emosi, Indra kemudian segera mengambil pisau dapur dan langsung menusuk Pendi. Setelah itu Indra segera melarikan diri.
Tetangga di sekitar rumah Pendi sempat menolong Pendi dengan berusaha membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng. Namun Pendi meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit.
Saat ini mayat korban sedang diotopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sedangkan Indra masih dalam pencarian Kepolisian Sektor Cengkareng. Bayu Galih




Komentar Anda :