Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemalak Berkedok Pengamen Sekarat Dihajar Calon Korban
Kamis, 27 Maret 2008 | 19:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Seorang pemalak yang berkedok sebagai pengamen sekarat setelah seorang calon korbannya melakukan perlawanan.

Kejadian berlangsung di atas bus Kopaja 88 rute Kali Deres – Slipi, pada Kamis sore (27/3), ketika bus tersebut sedang melintas di Jalan S. Parman, Jakarta Barat.

Tubuh pemalak muda tanpa identitas tersebut oleh sopir bus Kopaja 88 sempat dibawa ke Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Barat, sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Kita. Polisi juga sempat memeriksa calon korban yang menghajar pemalak tersebut, beserta sopir dan kernet sebagai saksi.

Kejadian bermula saat kedua orang pemalak yang berkedok sebagai pengamen naik bus Kopaja 88 di Tomang, sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah menyanyikan beberapa lagu, kedua pengamen tersebut kemudian meminta uang kepada para penumpang, namun dengan paksaan.

Salah seorang penumpang, lelaki muda berbadan tinggi besar, yang duduk di belakang rupanya menolak memberi uang. Saat itulah, menurut Darmo (60 tahun), kernet Kopaja, kedua pengamen tersebut mengancam akan membunuh apabila tidak diberikan uang.

Agaknya kedua pemalak, yang diindikasi dalam keadaan mabuk, itu tidak menyangka calon korbannya melakukan perlawanan. Dengan cepat, penumpang lelaki tersebut menghajar salah satu pemalak hingga sekarat.

Melihat temannya babak belur, salah seorang pemalak lalu turun dari bus dan melarikan diri di depan Menara Peninsula. Oleh sopir akhirnya tubuh pengamen itu dibawa ke Polres Jakarta Barat yang tidak jauh dari tempat kejadian.

Menurut salah seorang penumpang, Titi (23 tahun), kejadian pemalakan oleh pengamen di atas kendaraan umum memang sering terjadi di sekitar Jalan S. Parman. Uumumnya pelaku pemalakan bergerombol dua hingga lima orang. "Biasanya tidak ada satu pun penumpang yang melakukan perlawanan." Bayu Galih


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menolak Dipalak, Sopir Truk Ditikam
Penodong di Angkutan Umum Ditembak
Uang untuk Gaji Karyawan Digasak Rampok
Polisi Razia Preman di Depan Kampus UKI
Operasi Pembersihan Preman Dimulai
Pegadaian Bogor Dirampok, Kerugian 1 Miliar Lebih
Pembunuh Santriwati Aa Gym Mulai Diadili
Wartawan Bodrex Semarang Keliaran Cari THR
Kepala Penjara Tangerang Sudah Tegur Anak Buahnya
LBH Laporkan Petugas Penjara yang Todongkan Senjata
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119952 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pembangunan Taman Ayodya Molor
Persib Kalah, Bobotoh Rusuh di Siliwangi
Dede Jusuf Anggap, Kerusuhan Tak Bisa DIhindari "
Persib Takluk Di tangan Persija
Penjualan Selama IIMS 2008 akan Capai Rp 2 Triliun

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data