Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengusaha Tahu Tempe Terima Subsidi
Minggu, 30 Maret 2008 | 13:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 749 pengusaha tahu-tempe di Semanan, Jakarta Barat akan mendapat subsidi bahan baku kacang kedelai seharga Rp 1000 per kilogram. Subsidi akan diberikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (1/4). "Kupon akan dibagikan langsung kepada setiap pengusaha," ujar Pengurus Koperasi Primer Tahu-Tempe Indonesia Jakarta Barat, Handoko, Ahad (30/3).

Menurut dia, setiap pengusaha mendapat kupon pembelian berbeda, ada yang 10, 50 dan 100 kilogram kedelai. "Tergantung produksi harian mereka," kata Handoko.

Rata-rata produsen tahu-tempe di Semanan, ujar dia, membutuhkan 40 hingga 100 kilogram kedelai per hari. Dari 60 kilogram kedelai bisa menghasilkan 1 kuintal tahu tempe.

Pemberian subsidi ini, kata Handoko, merupakan realisasi dari janji pemerintah akhir Januari lalu. "Saya tidak tahu kenapa bisa selama ini cairnya," kata dia.

Handoko mengatakan, harga kedelai beranjak dari kisaran normal, sekitar Rp 5.000 per kilogram sejak September tahun lalu. Koperasi mencatat terjadi 5 kali kenaikan, yaitu menjadi Rp 5.300 pada Oktober, Rp 5.400 di November, Rp 5.850 di awal Desember, Rp 6.500 pada penghujung tahun dan menyentuh kisaran Rp 7.500 hingga Rp 8.000 di Januari 2008. Tingginya harga bahan baku membuat sekitar 200 pengusaha tahu-tempe di Semanan gulung tikar.

Akhir Januari lalu, produsen berunjuk rasa dan mogok produksi selama 3 hari. Aksi itu berhasil menekan harga kedelai dari Rp 7.500 menjadi Rp 6.700 per kilogram. Namun berselang dua bulan, harga kembali melonjak mencapai Rp 7.200.

Pekan lalu, kata Handoko, media ramai memberitakan lonjakan harga kedelai. Harga pun turun menjadi Rp 6.900 per kilogram. "Saya curiga ada pihak yang bisa mengatur harga," lanjut dia, "masak hari ini naik di koran, besoknya harga langsung turun."

Handoko mengatakan pengusaha mendambakan adanya penurunan harga. Pasalnya dengan harga Rp 6.900 per kilogram, pengusaha hanya mencapai titik impas antara biaya produksi dan penjualan. "Kalau ada subsidi, ya kita untungnya dari subsidi itu," kata pengusaha tempe yang memiliki 5 karyawan itu.

Reza M - TNR.


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120077 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gempa 5,4 Scala Richter Goyang Maluku
Kualitas Pemain Lokal Meningkat
Jakarta Berawan
Hari Ini Warga NTB Pilih Gubernur-Wakil Gubernur
Dua Pedagang ABG ke Malaysia Diciduk

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data