|
Karyawan Mogok Rumah Sakit Haji Terancam Dirumahkan
Rabu, 02 April 2008 | 14:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 70 karyawan Rumah Sakit Haji yang mogok kerja sejak Senin kemarin terancam kehilangan status karyawan mereka. Pencopotan status karyawan itu akan dilakukan pihak manajemen rumah sakit haji jika mereka tidak segera bekerja lagi Jumat depan.
Menurut Ketua Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta Muhamad Ma'muri, pencopotan status karyawan itu dilakukan jika Jumat depan mereka tidak bekerja. "Jika lebih dari lima hari karyawan tidak masuk kerja tanpa izin, mereka kami anggap mengundurkan diri. Itu sudah diatur diundang-undang tenaga kerja," kata Muhamad, Rabu (2/4).
Sejak hari Senin kemarin, sejumlah karyawan rumah sakit haji mogok kerja. Hal itu mereka lakukan karena menolak kepemimpinan Direktur baru Rumah Sakit Haji Salimar Salim. Sebagian besar karyawan yang mogok berasal dari unit pelayanan administrasi dan instalasi perawatan sarana (IPS). "Dari dua unit itu ada sekitar 25 orang," ungkap Muhamad.Agung Sedayu
INDEKS BERITA LAINNYA :
|