|
10 Bulan Bus Gandeng Menganggur, Konsorsium Merugi
Kamis, 03 April 2008 | 15:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Konsorsium operator busway PT Jakarta Mega Trans menderita kerugian karena 10 bus gandeng tidak beroperasi. Padahal, bus tersebut sudah 10 bulan menganggur di pool PT JMT, terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
"Kami tetap harus bayar bunga 20,5 persen setahun, tapi tak ada pendapatan," kata Direktur Utama PT Jakarta Mega Trans Atin Sutisna. Bunga dibayar sejak Rp Desember 2006, sedangkan cicilan pokok sejak Juni 2007 untuk masa lima tahun.
Selama ini, biaya bunga tersebut ditutupi dari pendapatan bus single. JMT mengaku kembang kempis menutupi biaya ini, apalagi sejak 2008, baru pembayaran bulan Januari yang dilunasi oleh BLU.
Bus gandeng berbahan bakar gas tersebut direncanakan beroperasi Desember 2006 koridor V Kampung Melayu-Ancol. Namun, karena ada kendala kesulitan mendapatkan bis, maka bus gandeng baru siap pada Juni 2007. Konsorsium memesan bus bermerek Huanghai asal Cina dengan mesin merek Cummins asal Amerika Serikat. Sambungan bus menggunakan Hubner asal Jerman. Total harga per unit mencapai Rp 3,5 Miliar. Selain itu, JMT juga harus mengeluarkan biaya perawatan untuk bus selama mengganggur.
Sejak Juni tahun lalu, JMT juga sudah menyiapkan 25 pengemudi. "Karena mereka sudah direkrut, kita juga harus membayar gaji mereka," ujarnya. Bus ini juga sempat tertahan oleh Bea dan Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok sehingga menambah biaya sebesar Rp 471 juta.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|