|
Pembayaran Lahan Tol Akses Tanjung Priok Terancam Molor
Kamis, 03 April 2008 | 16:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Proses pembayaran lahan tol akses tanjung Priok terancam molor. Sejatinya pembayaran bakal dimulai 10 April 2008 meleset dan baru dimulai bulan depan. "Pembayaran dilakukan jika seluruh proses pengukuran selesai dimusyawarahkan," kata Kepala Sub Direktorat Pengadaan Lahan Bina Marga, Seta Wijaya kepada Tempo.
Menurut dia, keterlambatan terjadi karena pemerintah masih melakukan verifikasi pengukuran lahan. Tanah yang dibebaskan akan dibayar sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi masyarakat, ganti rugi mengacu pada ketentuan Nilai Jual Objek Pajak.
Adapun lahan instansi pemerintah akan menggunakan mekanisme ruislag, seperti Kompleks Dewa Ruci Markas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Indikasi keterlambatan dibenarkan oleh PT Jakarta Propertindo.
Selaku kuasa pengguna anggaran, hingga kini Jakarta Propertindo belum memperoleh rincian rencana anggaran biaya dari Tim Pengadaan Tanah. "Kalau urusan pendanaan, kami sudah siap," ujar Juru bicara Jakarta Propertindo, Suryadi.
Dari total Rp 350 miliar anggaran yang disediakan untuk keperluan pembebasan lahan, kata Suryadi, saat ini pihaknya sudah mengantungi sekitar Rp 150 miliar. Dana itu seluruhnya akan dipergunakan untuk membayar sekitar 26,8 hektar tanah yang tergusur.
RIKY FERDIANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|