Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ibu Muda Ditusuk Suaminya
Jum'at, 04 April 2008 | 18:40 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Seorang ibu muda bernama Nafiatun, 19 tahun, menderita luka tusuk pada bagian pinggang menembus dada kiri.

Ibu satu anak itu ditusuk suaminya, Romdani alias Ragil, 25 tahun menggunakan besi lancip untuk meneliti beras dalam karung.

Hingga Jumat (4/4), Nafiatun masih dirawat di Pavilyun Mawar, RSUD Tangerang ditemani ibunya, Urifah. Di rumah sakit yang sama, Romdani juga dirawat karena luka tusuk pada dada kiri yang dilakukannya sendiri.

Romdani mencoba bunuh diri, setelah ia menusuk istrinya. Perbuatan penjual bubur ayam itu diketahui tetangganya yang mendengar jeritan kesakitan Nafiatun pada Kamis lalu.

Suam-istri yang tinggal di rumah kontrakan RT 07/RW 10 Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang itu membuat geger warga sekitar.

Urifah, ibu korban bercerita menantunya anak yang tak tahu diuntung. "Bapak mertuanya, sudah modali untuk jualan bubur. Biar nggak menanggur, tapi dia malah mengaiaya anak saya,"ujar Urifah kesal.

Kepada polisi yang menangani kasus itu, Romdani mengaku jengkel terhadap ulah istrinya yang kerap mengungkit kalau ia tak mampu memberi nafkah keluarga.

Kepala unit Polsek Cipondoh, Inspektur satu Sugiarna
mengatakan kasus yang menimpa pasangan suami-istri itu termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "Kasusnya kita limpahkan ke Polres Metro Tangerang," kata Sugiarna.

Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara atas
pelanggaran Undang-Undang KDRT. Ayu Cipta


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kekerasan Rumah Tangga Didominasi Pegawai Negeri
Ayah Kandung Aniaya Anak
Obon Divonis 6 Bulan Penjara
Aksi ke Lembah Karmel Bentuk Ketidakdewasaan Beragama
IPDN Bantah Melarang Inu Mengajar
Presiden Minta Demiliterisasi IPDN
Sanksi Inu Kencana Dinilai Bentuk Kezaliman
Presiden Akan Ubah IPDN Secara Drastis
Empat Praja IPDN Dipecat
Kekerasan oleh Negara Terhadap Rakyat Meningkat
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120500 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data