|
40 Persen Aksi Kejahatan Konvensional Terjadi di Jember
Selasa, 08 April 2008 | 20:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya 40 persen aksi kejahatan konvensional di wilayah Kepolisian Wilayah (Polwil) Besuki-Jawa Timur, terjadi di Kabupaten Jember. Aksi kejahatan konvensional itu seperti pencurian, perampokan, dan pemerkosaan.
"Selama ini Jember jadi barometer. Kalau bicara Polwil Besuki, Jember yang paling utama," kata Kepala Kepolisian Wilayah Besuki Komisaris Besar Suryandri Syaiful, usai acara serah terima jabatan kepala kepolisian Jember, di markas Polres Jember, Selasa (8/4).
Menurutnya, urutan pertama kejahatan di Besuki adalah pencurian dengan pemberatan. Berikutnya adalah pencurian kendaraan bermotor, narkoba, dan pencurian dengan kekerasan.
Sementara, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jember yang baru, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Ibnu Istischa mengatakan, kasus yang belum terungkap diupayakan secepatnya terungkap tahun ini. Kepolisian akan berkonsentrasi untuk menangani kejahatan dengan melakukan sterilisasi kota. Perbatasan Jember akan diawasi ketat agar tak ada penjahat luar masuk.
"Yang berat justru yang dilakukan oleh sindikat. Sindikat yang tidak hanya melibatkan orang luar Jember, tapi juga memanfaatkan warga Jember sendiri," katanya. Dalam waktu dekat, lanjutnya, Polres Jember berencana akan melakukan sterilisasi kota.Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|