|
Bayu Diculik untuk Jaminan
Minggu, 20 April 2008 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor: Bayu Dwi Nugroho, 9 tahun, putra kedua pasangan Iryanti dan Riyanto, akhirnya pulang juga kerumahanya setelah diculik selama 10 jam. Bayu dijadikan jaminan oleh dua pelaku penculikan di salah satu gerai telepon selular di Pamulang, Ciputat. Hingga Senin (21/40 Polisi Sektor Gunung Sindur masih menyelidiki kasus ini.
Menurut Kapolsek Gunung Sindur, ajun Komisaris Luky B. Irawan, saat kebingungan karena ditinggal di konter oleh dua pelaku penculikan dan penipuan, Bayu sempat dituduh bersekongkol dengan pelaku. Kebetulan ada anggota Brimob bernama Arifin yang menenangkan situasi. Setelah ditanya ternyata memang Bayu korban penculikan dan diperdaya sebagai jaminan untuk membeli ponsel. "Kami datang ke rumah korban setelah Bayu diantarkan ke rumahnya oleh pak Arifin," kata Luky.
Menurut Luky, kejahatan ini menjadi modus baru. "Kami menghimbau para pemilik konter HP untuk tidak mudah percaya. Ini modus penipuan baru," tuturnya.
Senin siang, Bayu sudah bermain seperti biasa bersama teman-temannya. Menurut ibunya, Iryanti, dia sengaja tidak mengekang Bayu karena khawatir kondisi psikisnya berubah. "Kami bersyukur Bayu bisa kembali dengan selamat,” kata Iryanti berkaca-kaca.
Iryanti menceritakan, sekitar pukul 13.00 wib, Bayu bersama temannya, Niko, Sandi, Rizky, Evan, Elfin sedang bermain menelusuri alang-alang di Komplek Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Curug, tidak jauh dari desanya. "Katanya mau main seperti si Bolang -bocah petualang-yang ada di televisi," cerita ibunya.
Saat bermain sekitar pukul 14.00, dua orang pelaku menaiki motor Jupiter Z mengaku polisi, menanyakan apakah kawanan bocah ini melihat orang yang mencurigakan melintasi mereka. Kedua pelaku menyebutkan orang tersebut adalah pelaku pencurian ponsel sambil menanyakan kemana arah Serpong.
Niko yang berbadan gemuk ini menawarkan jasanya, "Bisa saya bantu," kata Riko, tawaran Niko ditolak, pelaku menunjuk Bayu yang badannya agak kurus. Akhirnya Bayu dibawa ke arah serpong oleh kedua pelaku. Setelah Bayu dibonceng barulah Niko dan kawannya menyadari temannya diculik. Mereka lalu melaporkan hal ini ke orang tua Bayu.
Mendapat laporan ini Iryanti dan Riyanto memberitahu tetangganya di komplek Griya Cendikia Curug, blok Garuda D 13 no 23, Gunung Sindur. Kekompakan tetangganya terlihat mereka langsung berinisiatif menyebarkan foto bayu ke berbagai tempat, ke Stasiun Serpong, tempat keramaian dan sejumlah angkot . Sedangkan Riyanto melapor ke Polsek Gunung Sindur.
Malam harinya, ibu-ibu berkumpul di rumah orang tua korban untuk mengadakan pengajian, Mushola dan Masjid juga diminta mengaji untuk mendoakan keselamatan Bayu. "Saya sudah kebingungan sampai ada orang yang menyarankan saya datang ke orang pinter," kata Iryanti.
Saat tetangga masih berkumpul, sekitar pukul 24.00 datang anggota Brimob bernama Arifin dan salah seorang pemilik konter mengantarkan Bayu. Tidak lama Kapolsek Gunugn Sindur bersama anggotanya juga datang. "Waktu datang, Bayu telihat keheranan kenapa rumahnya banyak orang, dia kelihatan takut dimarahi, tapi saya bilang tidak akan diamrahi asal Bayu cerita," ujar Iryanti kapada Tempo.
Iryanti sempat menangis melihat Bayu keliahatan lusuh dan kedinginan saat datang, setelah mandi dan makan barulah Bayu berani cerita. Menurutnya, saat dibonceng oleh dua pelaku, Bayu dibawa keliling ke daerah,Ciseeng, Tanggerang, Pondok Aren, Jampang Ciputat, dan terakhir ke Pamulang. Selama di culik Bayu diberi makan sekali di warteg. Danketka ditinggalkan hanay diberi Rp 5 ribu untuk ongkos pulang.
Setelah pelaku menemukan konter sasarannya, barulah Bayu dijadikan jaminan oleh pelaku. Kepada pemilik konter ponsel, pelaku mengatakan akan menujukan ponsel yang akan dibelinya dengan jaminan adiknya Bayu. Namun sampai konter akan menutup kiosnya, kedua pelaku tidak datang. Bayu ditanya kenapa kakaknya tidak datang lagi, bahkan warga sekitar konter mulai menginterogasinya.
Dalam keadaan kebingungan Bayu menjelaskan dia tidak kenal kedua orang itu. Beruntung saat situasi semakin panas, datang seorag anggota Brimob yang kebetulan akan memperbaiki ponselnya. Pemilik konter menyadari telah ditipu dan Bayu menjadi korban penculikan. Pemilik konter baru percaya setelah Bayu diantarkan ke rumanya. Hingga Senin sore, Polisi Sektor Gunung Sindur masih melakukan penyelidikan untuk mengejar kedua pelaku. (Deffan Purnama)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|