70 Persen Wilayah Bogor Padam
Kamis, 29 Mei 2008 | 19:53 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:
Sekitar 70 pesen wilayah Bogor mengalami pemadaman listrik, akibatnya sejumlah tempat usaha yang biasa menggunakan listrik terpaksa menutup usahanya seharian.
Pemutusan aliran listrik di sebagain besar wilayah Bogor terjadi mulai Kamis (29/5) pukul 08.30 WIB, dan hinga pukul 18.30 tadi belum menyala.
Sedikitnya ada 6 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Kota Bogor juga tutup, karena mereka tidak dilengkapi genset. Salah satunya SPBU Dadali.
Sejak listik padam, SPBU ini tidak membuka usahanya.
Terlihat puluhan mobil dan motor berbaik arah mencari SPBU lain. Salah satu SPBU di Jalan Pajajaran juga ikut tutup. “Biasanya sehari kami bisa menjual 16 ton terpaksa merugi,” kata Nurdin, pengawas SPBU Dadali.
Akibat listrik padam, sejumah warnet juga menutup usahanya. Dua warnet Vena di Jalan Bangbarung, menurut karyawan, setiap hari warnet di tempatnya selalu penuh,
Jika dihitung kerugian dari tak beroperasinya 70 komputer, dengan harga sewa perjam Rp. 2.800, dan pemadaman listrik selama 12 jam, maka mereka tekor hingga sekitar Rp 2.352.000.
“Biasanya kalau sudah mati listrik lama, terpaksa kami tutup. Buka lagi kalau listrik menyala,” ujar Hanna, salah satu karyawan.
Di sejumlah kantor pemerintah, pelayanan juga tidak berjalan efektif. Hal itu terlihat seperti di kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor, di mana sejumlah karyawannya hanya bisa melayani secara manual, sedangkan pegawai lainnya yang biasa menggunakan komputer memilih duduk atau mengobrol di luar.
Menurut humas PLN Area Pelayanan Jaringan Bogor, Boyke Adam, ada 6 gardu listrik yang tidak mendapatan pasokan listrik dari Area Pelayanan Daerah Jawa Barat. “Regional Jakarta mengurangi pasokan listrik ke Jawa Barat sebanyak 148 megawatt,” jelas Boyke kepada Tempo.
Dia meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Boyke Adam tidak mengetahui sampai kapan pemadaman listrik terjadi.
Akibat pengurangan beban listrik juga menggangu sinyal ponsel di beberapa daerah. Seperti sinyal provider 3, sinyalnya sering menghilang tiba-tiba. “Padahal ini wilayah kota,” ujar Tarwono, pengguna katu 3 mengeluh.
Pengguna Satelindo (Mentari dan Matrix) juga terganggu. Dedy, pengguna Matrix, mengeluh karena sinyalnya kadang ada kadang tidak. Deffan Purnama




Komentar Anda :