Diani Resmi Bersanding Dengan Ahmad Ru’yat
Senin, 21 Juli 2008 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Setelah lama menunggu kepastian, akhirnya Walikota Bogor H. Diani Budiarto resmi mengumumkan kesediaan menjadi calon Walikota Bogor periode 2008-2013 dengan mengandeng Ahmad Ru’yat, kader Partai Keadilan Sejahtera yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat. Pemilihan kepala daerah Kota Bogor akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.
Saat dihubungi Tempo, Senin (21/7) Walikota Bogor mengatakan pada sehari sebelumnya Partai Keadilan Sejahtera resmi mengumumkan dukungan penuh terhadap pasangan H. Diani Budiarto dan Ahmad Ru’yat sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor. “Pak Ahmad Ru’yat bukan orang baru di Bogor, dia juga satu barisan dengan sejak tahun 2004 lalu. Insya Allah kami akan berjuangan untuk kemaslahatan warga Kota Bogor,” tutur Diani.
Menurut Diani, dalam membangun Bogor sama artinya dengan membangun umat Islam, karena menurut catatan di Kota Bogor ada 94,26 warganya yang beragama Islam. “Visi kami akan menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Jasa yang nyaman dengan masyarakat madani dan pemerintahan yang amanah,” jelasnya.
Ahmad Ru’yat juga menyatakan telah menyiapkan diri sebelumnya, “Insya Allah Kita akan berjuga bersama pak Diani,” kata Ru’yat saat ditelepon Tempo. Untuk itulah dia telah menyiapkan berkas izin kepada DPRD Propinsi Jawa Barat untuk memberitahu tentang rencana pencalonan dirinya menjadi Wakil Walikota Bogor. Surat tersebut akan diberikan pada saat mendaftarkan diri mencadi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota.
Ditempat terpisah, Ketua Tomda DPD PKS Kota Bogor, Yusuf Dardiri menyatakan sangat optimis terhadap pasangan Diani-Ru’yat yang resmi diusung PKS bersama Partai Golkar, PDI Perjuangan dan beberapa Partai lainnya. Dia menargetkan pasangan ini bisa memperoleh diatas 60 persen suara, karena Diani dikenal sebagai pejabat karier yang menjadi Walikota.
Sementara itu dukungan terhadap pasangan Diani-Ru’yat malah menimbulkan konflik di Partai Demokrat. Karena mendukung pasangan ini Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor, Mulyatma Soepardi dinonaktifkan. Padahal hasil dalam musyawarah partai Demokrat Kota Bogor beberapa waktu lalu, partai ini mendukung Dodi Rosadi.
Dalam Surat Keputusan DPP Nomor 24/SK/DPP/DPC.PD/VII/2008, tentang Pembebastugasan dan Pengangkatan Pejabat Sementara Ketua DPC PD Kota Bogor dari Mulyatma Soepardi ke Mufti Faoqi dengan ditandatangani oleh Hadi Utomo dan Marzuki Ali tersebut, dibacakan langsung oleh pengurus DPP PD, Max Sopacua.
Max menjelaskan, turunnya SK penonaktifan Mulyatma karena Mulyatma, sebagai kader Partai dianggap telah melanggar semua instruksi DPP dan DPD Partia Demokrat Jabar. Serta dinilai tidak tidak mampu melaksanakan program partai “Ketidakmampuan Mulyatma sudah disampaikan hampir seluruh ranting di Kota Bogor,” tegas Max, kemarin. (Deffan Purnama)




Komentar Anda :