close

Polisi Akses 160 CCTV Obyek Vital Ibukota

Kamis, 24 Juli 2008 | 00:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka akses 160 kamera pemantau (Closed Circuit Television/CCTV) di obyek-obyek vital milik pemerintah daerah dan negara kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya.

"Salah satunya untuk sebagai persiapan Pemilihan Umum 2009, kami meminta pemda membuka akses," kata Koordinator Traffic Management Center Polda Metro Jaya Komisaris Sambodo Purnomo kepada Tempo di kantornya Selasa lalu.

Ia menjelaskan, sebelumnya CCTV hanya bisa diakses dari kantor Crisis Center atau Pusat Krisis Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Dalam pekan ini, polisi mulai bisa memantau aktivitas di berbagai obyek vital di ibukota untuk keperluan keamanan. Polisi pun bisa memantau hampir setiap perempatan di Ibu Kota juga Bundaran Hotel Indonesia, depan Istana Negara, serta pintu-pintu air.

Wakil Gubernur DKI Prijanto Prijanto kemarin memastikan bahwa Proyek CCTV Pemerintah Daerah DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan perusahaan rekanan sudah berjalan. "Sudah jalan,” katanya di Balai Kota. Tapi, ia mengaku belum tahu banyak soal kelanjutan proyek itu. "Saya tak mengikuti perkembangannya.”

Crisis Center berada di bawah Dinas Ketentraman dan Ketertiban. Kepala Seksi Rekonstruksi dan Relokasi Dinas Ketentraman dan Ketertiban DKI Jakarta Hulman Sitorus mengatakan 160 CCTV itu terutama untuk memantau keamanan dan ketertiban lalu-lintas, unjuk rasa, dan banjir.

Kamera dipasang di sejumlah lokasi penting, seperti kawasan Medan Merdeka, Bank Indonesia, Kebon Sirih, Sudirman-Thamrin, Hotel Indonesia, Senen, Salemba, Jalan Dipenogoro, Bay Pass Jenderal Ahmad Yani dan Cawang. Tapi, ia mengaku tak tahu detil mengenai proyek kerja sama dengan Polda Metro Jaya. “Pemimpin baru yang tahun,” ujarnya kemarin.

Tempo belum bisa mendapat keterangan dari Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban Harianto Badjoeri. Harianto tak ada di tempat kerjanya. Sedangkan telepon selulernya tak aktif.

Menurut Sambodo, kamera pemantau bisa diakses dari Traffic Management Center dan Call Center di kantor Biro Operasi Polda Metro Jaya. Pada Selasa lalu, mulai dilakukan uji coba integrasi sistem CCTV di kantor Biro Operasi. Teknisi dari kepolisian dan pemerintah daerah tengah setting integrasi jaringan kamera.

Kata Sambodo, sebelumnya Traffic Management Center hanya memiliki 40 kamera pemantau tapi hanya 12 unit yang masih berfungsi depan baik. Sebanyak 28 kamera lainnya rusak sejak dipasang pada 2003. "Kami tak memiliki dana untuk perawatan."

Jobpie S. | Ibnu Rusydi | Amirullah | Rudy Prasetyo

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [1] :

  • Cctv jakarta

    Wah hebat! Jakarta sdh punya CCTV di seluruh kota. Seharusnya Bandung punya juga nih..! Bagusnya CCTV tsb bisa diakses oleh masyarakat juga, jadi kita bisa memantau dan menghindaridaerah2 macet di Jakarta

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan