Banyak Sopir Busway Dinilai Arogan

Rabu, 20 Agustus 2008 | 17:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Banyak pengemudi bus Transjakarta dinilai arogan dengan menganggap jalur busway beban hambatan sehingga kendaraan tancap gas dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, sejumlah kecelakaan pun tak bisa dihindarkan.

Itu sebabnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Nurmansyah Lubis meminta sopir bus Transjakarta menjalani pelatihan emosional. “Agar kecelakaan di jalur khusus dapat diminimalisir,” katanya di kantornya.

Kritik ini menanggapi kecelakaan yang dialami Somananthan Menon, 50 tahun, pria warga negara Malaysia, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dua hari lalu. Ia ditabrak bus Transjakarta yang melintas di depan Kedutaan Besar Belanda sekitar pukul 15.15. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Medistra di Jalan Gatot Subroto dengan tangan kanan remuk.

Rudy Prasetyo

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :