Soal Busway Koridor Baru, Jakarta Bungkam
Jum'at, 05 September 2008 | 14:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bungkam terkait kepastian pengoperasian koridor basway VIII-X. "Tadi dalam rapat tidak dibahas," kata Kepala Dinas Perhubungan, M. Tauchid, seusai Rapat Pemaparan tentang Penanganan Transportasi Ibu Kota, Jumat (05/09).
Tauchid enggan menanggapi pertanyaan wartawan yang berhubungan dengan busway koridor VIII-X. Kepala Dinas yang baru dilantik beberapa bulan lalu ini beralasan waktu salat Jumat sudah mendekat sambil beranjak meninggalkan Balai Kota.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah, Muhayat enggan memberikan komentar tentang pengoperasian busway koridor baru. "Yang berwenang soal itu Dinas Perhubungan Pak Tauchid," katanya singkat seusai solat Jumat di Balai Kota.
Dari Pantauan Tempo, pembangunan Halte Busway Koridor VIII-X sudah rampung. Bahkan dibeberapa halte di Koridor VIII rute Harmoni-Lebak Bulus terlihat tak bertuan dan dihiasi tulisan grafiti yang tidak bertanggung jawab.
Dari data Dinas Perhubungan ada sebanyak 61 halte yang dibangun di sepanjang koridor busway koridor VIII-X. Untuk koridor VIII dibangun sebanyak 20 halte dan 13 jembatan penyeberangan orang (JPO). Koridor IX rute Pinang Ranti-Pluit ada 23 halte dan 1 JPO (13 JPO telah tersedia), sedangkan untuk Koridor X rute Cililitan-Tanjung Priok ada 18 halte dan 15 JPO.
Sebelumnya Pemerintah berencana mengujicobakan pengoperasian busway koridor VIII-X pada bulan ini. Rencananya sebanyak 87 bus hasil lelang dikoridor IV-VII akan digunakan untuk pengoperasian koridor baru.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pun pernah mempertanyakan janji eksekutif. "Sesuai janji dan komitmen, jalur harus difungsikan," kata Sekretaris Komisi B Nurmansyah Lubis beberapa waktu lalu.
Rudy Prasetyo




Komentar Anda :